Ketua Umum Indonesia Esports Association Ibnu Riza memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan turnamen E-Sports Kapolri Cup 2026 sebagai wadah kompetisi luar biasa untuk menjaring talenta muda berbakat di tanah air. Kompetisi bergengsi ini membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat umum, khususnya generasi muda, untuk mengasah kemampuan sekaligus meraih prestasi gemilang di bidang olahraga elektronik.
"Ini adalah wadah yang luar biasa dan turnamen amatir terbesar untuk e-sport, khususnya cabang Mobile Legends," ujar Ibnu Riza dalam acara pembukaan di Indonesia Arena, Jakarta.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeAjang kompetisi ini menerapkan sistem berjenjang mulai dari tingkat Polres dan Polda hingga mencapai panggung nasional di Mabes Polri. Sebanyak 35.936 peserta dari 34 Polda serta 403 Polres tercatat ambil bagian dalam memperebutkan gelar juara terbaik pada tahun ini.
Melihat antusiasme tinggi dari berbagai daerah, Ibnu Riza berharap Polri dapat terus menyelenggarakan turnamen serupa secara berkelanjutan setiap tahunnya. Keberadaan ajang ini terbukti sangat membantu proses pencarian bibit-bibit unggul talenta digital dari penjuru nusantara.
Wakapolri Sebut E-Sports Ruang Positif Generasi Muda
Penyelenggaraan turnamen skala besar tersebut turut dihadiri oleh berbagai perwakilan kementerian dan lembaga tinggi negara sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor yang kuat. Sinergi ini memperkuat posisi e-sports sebagai salah satu cabang olahraga prestasi yang diakui secara luas.
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menegaskan bahwa perkembangan teknologi digital telah membuka ruang luas bagi anak muda untuk menyalurkan kreativitas serta mengukir prestasi. Polri berkomitmen untuk terus hadir mendampingi aktivitas positif generasi muda di ruang siber melalui berbagai pendekatan edukatif.
"Peran Polri dalam transformasi digital tidak hanya sebagai penjaga aktivitas di ruang siber, namun juga sebagai pengawas agar tetap berjalan produktif," kata Komjen Dedi.
Data Kementerian Komunikasi dan Digital mencatat Indonesia berada di peringkat keempat dunia dalam jumlah pengguna internet aktif dengan mayoritas usia di bawah 18 tahun. Kondisi tersebut mendorong Polri untuk menggalakkan program edukasi digital citizenship agar masyarakat semakin bijak dalam menggunakan teknologi.