Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap rektor dan sejumlah pimpinan Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) mengejutkan dunia pendidikan tinggi. Pimpinan Unsoed diduga terlibat dalam praktik suap terkait proses penerimaan mahasiswa baru, khususnya di Fakultas Kedokteran.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Majelis Rektor Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (MRPTNI) Eduart Wolok mengaku sangat menyesalkan peristiwa ini. Menurutnya, pimpinan PTN memiliki komitmen tinggi untuk menjaga marwah institusi dalam sistem penerimaan mahasiswa.
"Meskipun kita belum tahu persis ya ini masalahnya apa, baru dugaan, nanti kita akan menunggu dari pihak KPK penegasannya ini kasus apa dan bagaimana. Meskipun secara selentingan kita sudah mendengarkan bahwasannya terkait penerimaan mahasiswa baru," ujar Eduart kepada detikedu, Jumat (21/8/2026).
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeEduart mengingatkan bahwa kasus ini menjadi pengingat pahit, setelah sebelumnya dunia pendidikan dihebohkan dengan kasus suap serupa di Universitas Lampung (Unila) pada 2022 lalu. Ia menekankan bahwa MRPTNI sebenarnya sudah berkali-kali saling mengingatkan pentingnya menjaga integritas sistem seleksi.
Terkait dengan perbedaan sistem, Eduart memisahkan antara jalur nasional seperti SNBP atau SNBT dengan jalur mandiri. Ia menegaskan bahwa jalur mandiri merupakan domain yang sepenuhnya berada di bawah tanggung jawab masing-masing PTN sebagai penyelenggara.
"Jalur mandiri itu kan memang berada di bawah tanggung jawab masing-masing PTN. Maka, menjadi kewajiban dari masing-masing PTN selaku penyelenggara untuk berkomitmen menyelenggarakan sistem penerimaan masyarakat baru jalur mandiri ini dengan penuh integritas," tambahnya.
Lebih lanjut, Eduart menyoroti tingginya animo pendaftar di fakultas kedokteran yang sering kali menjadi celah kerentanan praktik kecurangan. Berdasarkan laporan yang masuk, mayoritas dugaan kecurangan memang menyasar program studi kedokteran, selaras dengan pola yang ditemukan pada kasus-kasus sebelumnya.
Mengutip laporan media, Eduart menegaskan bahwa tindakan oknum pimpinan di satu kampus tidak mewakili sistem pendidikan secara keseluruhan. Ia berharap peristiwa ini tidak menyebarkan dampak buruk atau "getah" bagi perguruan tinggi lain yang telah menjalankan sistem seleksi dengan transparan dan akuntabel sesuai dengan merit system yang berlaku.