Legenda tinju dunia, Mike Tyson, mengubah pandangannya mengenai makna sebuah warisan karier. Sosok yang pernah menjadi juara dunia kelas berat termuda ini mengaku kini telah mengetahui bagaimana ia ingin dikenang oleh publik, yang ternyata jauh dari kejayaannya di dalam ring tinju.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Saat berbicara dengan Babcock mengenai ajang amatir Mike Tyson Invitational kedua yang digelar di SAHARA Las Vegas, tempat ratusan petinju muda unjuk kebolehan di depan pemandu bakat dan dirinya sendiri, Iron Mike menyampaikan sebuah pernyataan mengejutkan.
"Ini adalah warisan saya, jika Tuhan mengizinkan. Saya ingin ini menjadi warisan karier saya," ujar Tyson.
Pernyataan tersebut menjadi pergeseran pandangan yang sangat besar bagi seorang petinju yang selama bertahun-tahun selalu mengabaikan gagasan tentang warisan karier dan menganggapnya sebagai bentuk ego semata.
Sebab, kondisi olahraga tinju saat ini sudah jauh berbeda dibandingkan saat Tyson masih remaja di awal tahun 1980-an. Bahkan, ada potensi tinju amatir dihapuskan dari ajang bergengsi Olimpiade.
"Mereka akan menghapus pertarungan amatir dari Olimpiade. Saya ingin ini terus berjalan bahkan ketika saya sudah tidak ada lagi. Karena orang-orang menganggap warisan sebagai hal besar, maka inilah warisan saya," tutur Tyson.
Iron Mike percaya bahwa ajang ini akan membawa dampak positif yang sangat luar biasa bagi para atlet muda yang berpartisipasi. Ia menegaskan bahwa fokusnya saat ini adalah memberikan jalan bagi penerus olahraga yang dicintainya.
"Anda tidak akan membayangkan betapa besarnya manfaat yang akan didapatkan oleh para petinju muda ini. Ini akan mengubah seluruh hidup mereka. Mike Tyson sudah mendapatkan giliran miliknya, sekarang saatnya bagi anak-anak muda ini," pungkasnya.