Kabayan News Kabayan News
/home / olahraga / Polemik 12 Siswa KKO SMAN 2...
OLAHRAGA

Polemik 12 Siswa KKO SMAN 2 Banjarmasin Akhirnya Naik Kelas

By Redaksi Kabayan News • 2 min read • 24-07-2026
Polemik 12 siswa KKO SMAN 2 Banjarmasin yang sempat tidak naik kelas

Polemik 12 siswa KKO SMAN 2 Banjarmasin yang sempat tidak naik kelas

Keputusan penetapan hasil belajar di SMAN 2 Banjarmasin sempat memicu perdebatan publik. Pasalnya, sebanyak 12 siswa dari jalur Kelas Khusus Olahraga (KKO) sempat dinyatakan tidak naik kelas pada tahun ajaran baru 2026/2027.

Keputusan awal tersebut diambil berdasarkan hasil rapat pleno dewan guru yang menilai para siswa tidak memenuhi syarat evaluasi. Pihak sekolah menganggap belasan siswa atlet tersebut belum memenuhi standar ketuntasan belajar yang telah ditetapkan.

Kepala SMAN 2 Banjarmasin, Muhdi Harto, menegaskan bahwa keputusan awal dewan guru tersebut sebenarnya sudah mengacu pada aturan kurikulum. Menurutnya, belasan siswa diketahui sering absen tanpa keterangan dan belum menyelesaikan sejumlah tugas akademik.

"Keputusan tersebut hasil evaluasi dewan guru berdasarkan aturan kurikulum yang berlaku. Kami sebenarnya sudah memberikan kelonggaran, tetapi kewajiban akademik tetap harus dipenuhi," ujar Muhdi Harto, Kamis (23/7/2026).

Muhdi menambahkan, pihak sekolah sama sekali tidak berniat menghambat karier maupun prestasi para atlet di luar sekolah. Namun, ia menekankan bahwa penegakan aturan akademik tetap harus berjalan beriringan dengan program pembinaan olahraga.

"Sekolah tetap mendukung penuh para atlet. Tetapi ada aturan evaluasi belajar yang wajib ditaati oleh seluruh siswa baik siswa KKO maupun siswa reguler," tegasnya.

Kebijakan itu pun menuai polemik lantaran sejumlah siswa di dalam kelompok KKO tersebut merupakan atlet berprestasi. Bahkan, beberapa di antaranya tercatat sukses menyumbangkan medali perunggu pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 lalu.

Tim pelatih siswa atlet, Donny Achdiat, mengaku sangat menyayangkan keputusan awal yang menyatakan belasan siswa KKO tersebut tidak naik kelas. Ia menilai harus ada dispensasi serta penyesuaian khusus bagi para atlet yang aktif membawa nama daerah di ajang nasional.

"Sebenarnya pembentukan KKO itu kan agar ada ruang inklusif untuk para atlet. Sehingga mereka lebih fleksibel dalam pembelajaran," tutur Donny.

Donny berharap ke depannya ada keselarasan regulasi antara pihak sekolah dengan dinas terkait dalam membina atlet muda. Menurutnya, hal tersebut sangat penting agar para siswa tidak dikorbankan secara akademik saat sedang berjuang membela daerah.

Meski sempat memicu perdebatan hangat, polemik ini akhirnya menemukan titik terang setelah digelar rapat koordinasi. Pihak sekolah bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dispora Kalsel akhirnya menyepakati bahwa 12 siswa KKO tersebut dinyatakan tetap naik kelas.

Topics
sman 2 banjarmasin kko pendidikan banjarmasin atlet muda kalsel
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.