International Cricket Council (ICC) resmi mengumumkan perombakan format untuk ajang bergengsi men's one-day international (ODI) Cricket World Cup 2027 mendatang. Restrukturisasi kompetisi yang diumumkan pada hari Rabu ini membuka peluang besar bagi terciptanya pertandingan tambahan antara dua rival abadi, India dan Pakistan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Langkah ini diambil menyusul adanya kekhawatiran terkait banyaknya "dead rubbers" atau pertandingan yang sudah tidak menentukan lagi di turnamen sebelumnya. Hal tersebut dinilai memicu penurunan jumlah penonton di stadion serta hasil laga yang terlalu mudah ditebak, berkaca dari evaluasi gelaran T20 World Cup lalu.
Meskipun edisi tahun depan yang digelar di Southern Africa tetap diikuti oleh 14 tim, tiga tim dengan peringkat kualifikasi terendah kini harus bertarung terlebih dahulu di babak penyisihan. Dari babak tersebut, hanya akan ada satu tim yang berhak melaju untuk melengkapi format 12 tim di babak grup utama.
Babak utama ini nantinya hanya akan membagi tim ke dalam dua grup yang masing-masing berisi enam tim. Selain itu, fase "Super Seven" yang baru akan resmi menggantikan format round-robin "Super Six" yang digunakan sebelumnya. Menariknya, pihak penyelenggara memutuskan untuk meniadakan babak perempat final demi menjaga intensitas turnamen.
Meski memangkas fase knockout langsung di babak perempat final, pihak ICC dalam pernyataan resminya menegaskan bahwa struktur baru ODI World Cup ini justru akan menciptakan konteks kompetisi, daya saing, dan konsekuensi yang lebih besar sepanjang turnamen berlangsung.
Penambahan jumlah tim dalam fase round-robin ini secara otomatis meningkatkan prospek pertemuan ekstra antara India dan Pakistan. Hubungan kedua negara di atas lapangan kriket dikenal sangat panas dan sarat gengsi, mencerminkan rivalitas sengit yang juga dipengaruhi oleh tensi geopolitik kedua negara dalam beberapa tahun terakhir.
Antusiasme kriket yang luar biasa di wilayah anak benua Asia ini menjadikan duel India melawan Pakistan sebagai pertandingan paling bernilai tinggi dalam sejarah olahraga tersebut. Laga ini selalu berhasil menghasilkan hak siar yang menguntungkan serta pendapatan komersial yang masif bagi kas ICC.
Sayangnya, India dan Pakistan kini sudah tidak pernah lagi bertemu di luar turnamen resmi agenda ICC. Ketegangan politik yang menyelimuti kedua negara perbatasan tersebut membuat pemerintah masing-masing melarang adanya pertandingan bilateral. Tercatat, seri bilateral terakhir yang dimainkan India di Pakistan terjadi pada tahun 2006 silam untuk seri Test dan ODI.
Melalui format baru ini, dua tim dengan performa terbaik di babak grup akan langsung mengamankan tiket ke semifinal secara otomatis. Sementara itu, posisi lawan mereka di empat besar akan diperebutkan oleh tim lain melalui babak eliminator yang baru diperkenalkan.
Di sisi lain, perubahan regulasi ini juga menjadi sorotan bagi tim-tim dengan keterbatasan finansial seperti Cricket West Indies (CWI). Berbeda dengan raksasa kriket dunia seperti India, England, dan Australia, West Indies yang merupakan gabungan wilayah kepulauan Karibia harus berjuang ekstra menghadapi tantangan ekonomi dan jarak geografis, hingga membuat ICC harus mengucurkan pinjaman dana sebesar 12,82 juta dolar AS.