Perjalanan hidup Siti Maryam Abdul Rahman membuktikan bahwa ketangguhan mental mampu mengalahkan tragedi paling kelam sekalipun. Wanita berusia 33 tahun asal Singapura ini dulunya harus terbaring kaku di ranjang rumah sakit akibat kecelakaan bus maut yang menghancurkan sebagian tubuhnya. Namun, berkat tekad baja dan kecintaannya pada dunia kebugaran, ia kini bangkit dan bahkan mampu mengangkat beban seberat 110 kilogram.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Kecelakaan tragis yang terjadi pada tahun 2023 tersebut bermula ketika sebuah bus bertingkat menabrak sepeda motor yang dikendarainya menuju tempat kerja kedua. Insiden itu membuatnya mengalami koma selama empat hari, menjalani 10 kali operasi besar, dan harus menghabiskan waktu berbulan-bulan di atas kursi roda. Uniknya, tim dokter menyebutkan bahwa massa otot yang ia miliki sebelum kecelakaan justru menjadi penyelamat hidupnya dari benturan yang lebih mematikan.
Di balik cobaan fisiknya yang luar biasa berat, Maryam juga harus menghadapi kenyataan pahit sebagai ibu tunggal dari empat orang anak yang tengah dalam proses perceraian. Beban hidup sebagai pencari nafkah tunggal sempat membuatnya merasa terpuruk dalam kesendirian dan depresi. Kendati demikian, dukungan penuh dari sang ibu dan kehadiran anak-anaknya menjadi bahan bakar utama baginya untuk segera pulih dan kembali beraktivitas.
Tidak butuh waktu lama bagi Maryam untuk menunjukkan mental juangnya setelah diizinkan pulang dari rumah sakit. Mengabaikan prediksi dokter yang menyatakan dirinya baru bisa berjalan dalam waktu enam hingga sembilan bulan, ia rutin melakukan latihan rehabilitasi secara mandiri. Hanya dalam kurun waktu tiga bulan saja, ia sudah kembali melangkahkan kakinya dan menata ulang masa depan keluarganya.
Kini, di bawah nama alias GymBaddie SG di dunia maya, Maryam aktif membagikan inspirasi seputar kesehatan dan gaya hidup aktif. Salah satu sorotan terbesar dalam perjalanannya adalah keberhasilannya mengajak sang ibu yang berusia 73 tahun, Madam Rosemina Hamzah atau akrab disapa Cik Rose, untuk rutin berolahraga di gym. Sang ibu yang awalnya kesulitan bergerak akibat nyeri lutut kini bahkan sanggup melakukan latihan angkat beban dan lari jarak jauh.
Kesuksesan melatih sang ibu memicu Maryam untuk mendirikan gerakan bertajuk Moving with Ma-chics guna merangkul para wanita paruh baya dan lansia di komunitasnya. Melalui berbagai kegiatan jalan santai dan pelatihan kebugaran pemula, ia ingin mematahkan anggapan bahwa usia senja adalah halangan untuk hidup bugar. Bagi Maryam, setiap individu memiliki potensi besar untuk menjadi versi terbaik dari diri mereka sendiri selama ada niat untuk memulai.