Proyek "penjualan Piala Dunia" yang digagas FIFA dan Gianni Infantino terus memicu beragam reaksi dari konfederasi sepak bola di seluruh dunia. Kini giliran Konfederasi Sepak Bola Oseania (OFC) yang angkat bicara dengan mengajak sebelas anggota asosiasinya untuk mengkaji secara mendalam rencana pembentukan anak usaha komersial yang terbuka bagi investor swasta.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Dalam pernyataan resmi yang dirilis Kamis lalu, OFC menegaskan bahwa proposal ini akan dibahas dalam rapat komite eksekutif mereka pada Agustus mendatang. OFC secara terbuka mengundang seluruh federasi anggota untuk mempelajari proposal tersebut dan aktif berpartisipasi dalam proses konsultasi yang diinisiasi oleh FIFA.
Sikap OFC ini cukup berbeda dengan sejumlah konfederasi lain yang sudah menunjukkan penolakan keras. UEFA misalnya, mengancam akan memboikot Piala Dunia jika proyek ini tetap dijalankan. Concacaf juga menyatakan sikap serupa, meskipun Federasi Meksiko memilih untuk tidak sejalan dengan keputusan konfederasinya.
Sementara itu, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) pada Jumat lalu menyatakan dukungannya pada UEFA dan Concacaf meski tanpa secara gamblang menolak proyek tersebut. Australia yang menjadi anggota AFC pun turut dalam barisan yang mempertanyakan langkah FIFA ini.
Di sisi lain, Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) memilih jalan serupa dengan OFC, yakni mengajak anggotanya menelaah proposal tanpa mengambil sikap oposisi terang-terangan. Sementara Conmebol dari Amerika Selatan belum mengeluarkan pernyataan resmi hingga saat ini.
Proyek FIFA Forward Enterprise (FFE) yang diumumkan Selasa lalu bertujuan mengelola seluruh aktivitas komersial FIFA, mulai dari hak siar, sponsor, penjualan tiket, hingga lisensi, termasuk turnamen bergengsi seperti Piala Dunia dan Piala Dunia Antarklub. FIFA berjanji investor swasta hanya akan memiliki saham minoritas dengan valuasi FFE mencapai 20 miliar dolar AS.
Jika proyek ini terealisasi, FIFA berharap bisa mengumpulkan dana hingga 4,2 miliar dolar AS. Setiap dari 211 federasi anggota disebut akan menerima dana khusus sebesar 20 juta dolar AS pada awal 2027, sementara bantuan rutin periode 2027-2030 juga akan melonjak dari 8 juta menjadi 20 juta dolar AS per federasi.
Menariknya, dari sebelas anggota OFC, hanya Selandia Baru yang berhasil lolos ke Piala Dunia 2026 yang baru saja dimenangkan Spanyol pada 19 Juli lalu di Amerika Serikat. Meski demikian, OFC memilih untuk tetap membuka ruang dialog daripada langsung menutup pintu terhadap gagasan kontroversial dari pimpinan FIFA tersebut.