Guncangan besar melanda proyek kontroversial FIFA dan Gianni Infantino setelah orang kepercayaannya sendiri memilih angkat bicara. Carlos Cordeiro, penasihat utama presiden FIFA, secara terbuka menyatakan sikap menentang rencana pembentukan anak usaha komersial yang akan membuka pintu bagi investor swasta. Bahkan ia mengaku tidak pernah dilibatkan dalam inisiatif ini dan memilih mundur dengan efek segera.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Dalam pernyataan resminya Jumat lalu, mantan presiden Federasi Sepak Bola Amerika Serikat itu menegaskan bahwa ia tidak bisa tinggal diam melihat FIFA berencana menjual sebagian Piala Dunia. "Saya tidak terlibat dalam proposal ini dan saya menentangnya tanpa keraguan. Ini adalah kesepakatan buruk bagi asosiasi anggota FIFA, bagi sepak bola, dan masa depan olahraga ini dalam jangka panjang," ujar Cordeiro dengan tegas.
Dengan latar belakang lebih dari 35 tahun di dunia perbankan, Cordeiro mengaku sangat memahami nilai aset sepak bola sekaligus konsekuensi dari melepas sebagian kendali atasnya. Ia menyoroti sejumlah pertanyaan fundamental yang hingga kini belum terjawab, seperti alasan di balik kesepakatan, mengapa harus dilakukan sekarang, mekanisme pengawasan yang disiapkan, pihak yang diuntungkan, serta apa yang akan diperoleh investor pada akhirnya.
"Yang paling meresahkan adalah tidak adanya jawaban atas pertanyaan-pertanyaan mendasar ini," tegas Cordeiro seraya menambahkan bahwa setelah berpikir panjang, ia tidak bisa lagi melanjutkan tugas sebagai penasihat utama presiden FIFA. Surat pengunduran dirinya pun diserahkan dengan efek langsung.
Langkah Cordeiro ini menambah deretan penolakan yang sudah lebih dulu datang dari UEFA yang bahkan mengancam boikot seluruh kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia. Concacaf dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) juga telah menyatakan sikap serupa, membuat Infantino kini berada dalam tekanan yang sangat tinggi dari berbagai penjuru.
Proyek FIFA Forward Enterprise (FFE) yang diumumkan Selasa lalu bertujuan mengelola aktivitas komersial FIFA dan menjual 20 persen sahamnya kepada investor swasta, dengan Thrive Eternal yang dipimpin Joshua Kushner, saudara ipar Donald Trump, sebagai calon pembeli utama. FIFA berharap bisa mengumpulkan dana 4,2 miliar dolar AS dari skema ini.
Infantino berusaha meyakinkan bahwa FIFA akan tetap mengendalikan perusahaan tersebut dan dana segar akan mengalir ke 211 asosiasi anggota. Namun argumen finansial ini ditolak mentah-mentah oleh Cordeiro yang menilai FIFA sebenarnya sudah memiliki sumber daya melimpah. "FIFA memiliki cadangan miliaran dolar dan tidak memiliki utang," ujarnya, "jika asosiasi anggota membutuhkan investasi tambahan, FIFA sudah punya kemampuan finansial untuk menyediakannya."
Meskipun FIFA melalui pernyataan resminya Jumat lalu menegaskan komitmen pada proses konsultasi demokratis dan menyatakan FFE tidak akan dibentuk tanpa dukungan mayoritas anggota, kepergian Cordeiro menjadi pukulan telak bagi kredibilitas Infantino. Langkah orang kepercayaannya sendiri ini bisa menjadi sinyal bahwa proyek ambisius tersebut semakin terisolasi dan terancam gagal.