Valery Georgiyevich Gazzaev adalah nama yang tak asing di dunia sepak bola Rusia dan Eropa. Pria berdarah Ossetia ini dikenal sebagai salah satu pelatih terbaik yang lahir dari bekas Uni Soviet, berkat pencapaiannya bersama CSKA Moscow. Kariernya tidak hanya gemilang di lapangan hijau, tetapi juga merambah ke dunia politik Tanah Air.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Lahir di Ordzhonikidze, yang kini bernama Vladikavkaz, pada 7 Agustus 1954, Gazzaev memulai karier sebagai striker. Ia memperkuat klub kampung halamannya, Spartak Ordzhonikidze, di Soviet First League sebelum pindah ke SKA Rostov-on-Don. Namun, kariernya benar-benar bersinar saat berseragam Dynamo Moscow.
Bersama Dynamo Moscow, Gazzaev meraih gelar Piala Soviet pada 1984. Secara individu, ia menjadi top skor Piala Winners UEFA musim 1984-1985. Total, ia mencetak 89 gol dalam 283 penampilan di Soviet Top League, prestasi yang menempatkannya sebagai salah satu penyerang tajam pada masanya.
Di level internasional, Gazzaev juga berprestasi. Ia menjadi juara Eropa U-23 pada 1976 dan U-21 pada 1980 bersama Uni Soviet. Tak hanya itu, ia juga meraih medali perunggu Olimpiade Moskow 1980, menambah sempurna koleksi kariernya sebagai pemain.
Setelah gantung sepatu pada 1986, Gazzaev beralih ke dunia kepelatihan. Awalnya menangani tim muda Dynamo Moscow, ia kemudian meraih kesuksesan pertamanya sebagai manajer dengan membawa Spartak-Alania Vladikavkaz menjadi juara Liga Rusia pada 1995. Namun, nama besarnya benar-benar melejit saat menangani CSKA Moscow.
Bersama CSKA Moscow, Gazzaev meraih masa keemasan. Ia mempersembahkan Piala UEFA 2004-2005, sebuah prestasi bersejarah karena CSKA menjadi tim pertama dari Federasi Rusia yang memenangkan kompetisi Eropa pasca-runtuhnya Uni Soviet. Selain itu, ia juga meraih tiga gelar Liga Rusia (2003, 2005, 2006) dan tiga Piala Rusia (2002, 2005, 2006).
Gazzaev meninggalkan CSKA Moscow pada 5 Desember 2008. Setahun kemudian, ia menangani Dynamo Kyiv dengan kontrak tiga tahun. Setelah itu, ia kembali ke Vladikavkaz untuk menjadi presiden dan manajer Alania Vladikavkaz, namun klub tersebut bubar pada 2014 karena masalah keuangan.
Di luar sepak bola, Gazzaev terjun ke politik. Pada 2016, ia terpilih menjadi anggota Duma Negara dari partai A Just Russia. Ia sempat memimpin Komite Kebangsaan dan menjadi Wakil Ketua Komite Budaya Fisik, Olahraga, Pariwisata, dan Pemuda. Namun, ia tidak terpilih kembali pada pemilu 2021.
Gazzaev berasal dari keluarga yang dekat dengan sepak bola. Ia adalah sepupu dari pelatih Yuri Gazzaev dan ayah dari Vladimir Gazzayev, yang juga berprofesi sebagai pelatih. Kehidupan pribadinya yang sederhana dan dedikasinya terhadap olahraga menjadikannya sosok yang dihormati di Rusia.
Beberapa penghargaan individu juga diraihnya, termasuk sebagai pelatih terbaik Rusia. Kariernya yang panjang dan penuh prestasi, baik sebagai pemain maupun pelatih, mengukuhkan Valery Gazzaev sebagai salah satu legenda hidup sepak bola Rusia.