Pemerintah Spanyol mengambil langkah darurat dengan mengerahkan tambahan pasukan militer dan petugas kepolisian ke wilayah enklave utara Afrika di Ceuta. Kebijakan ini diambil menyusul kedatangan ribuan orang yang nekat berenang dan berjalan kaki dari negara tetangga, Maroko, dalam waktu singkat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan rekaman video di Pantai Tarajal, kerumunan orang tampak memadati kawasan pemecah ombak hingga berlarian di jalanan umum. Sebagian besar dari mereka adalah pemuda, namun terlihat pula keluarga yang membawa serta perempuan dan anak-anak sambil meneriakkan yel-yel penyemangat.
Juru bicara kepolisian perbatasan Guardia Civil menyatakan bahwa para migran datang secara masif dari laut melalui kawasan pemecah ombak Tarajal. Kementerian Dalam Negeri Spanyol lantas mengirimkan puluhan personel tambahan guna memperkuat pengamanan dan menjaga ketertiban umum di kota tersebut.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez menegaskan bahwa pihaknya akan memberikan respons cepat untuk mengatasi situasi krisis ini. Pemerintah pusat juga terus berkoordinasi secara intensif dengan otoritas Maroko dan pihak internasional guna memulihkan kondisi normal secepat mungkin.
Di sisi lain, lonjakan kedatangan migran ini memicu ketegangan diplomatik baru setelah pejabat tinggi Italia mendesak penangguhan keikutsertaan Spanyol dari zona perjalanan bebas visa Schengen. Pemerintah Spanyol dengan tegas mengecam pernyataan tersebut dan menyebutnya sebagai bentuk politisasi isu migrasi.