Kondisi cuaca panas dan kering yang melanda kawasan Uni Eropa mencatatkan rekor tingkat keparahan kebakaran hutan tertinggi untuk tahun ini. Berdasarkan data European Forest Fire Information Service atau Effis, cuaca ekstrem yang dipicu oleh polusi karbon membuat risiko kebakaran dari awal tahun hingga akhir Juli 2025 menjadi 43 persen lebih parah dibanding rata-rata dua dekade terakhir.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Kebakaran hebat yang melanda wilayah selatan Eropa ini telah memaksa lebih dari 300.000 warga serta wisatawan meninggalkan tempat tinggal mereka. Di Prancis, kobaran api di hutan pinus dekat Bordeaux bahkan memecahkan rekor tahunan negara tersebut dengan menghanguskan lahan seluas 91.000 hektar, sementara otoritas setempat mulai mengizinkan sebagian warga kembali ke rumah setelah situasi berangsur terkendali.
Situasi serupa juga terjadi di Spanyol, di mana sekitar 207.000 hektar lahan hangus terbakar akibat gelombang panas ekstrem dan angin kencang. Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez menyatakan bahwa krisis ini menunjukkan eskalasi nyata dari dampak perubahan iklim, yang membuat vegetasi menjadi sangat kering dan mudah tersulut api menjadi kobaran raksasa.
Tragedi kemanusiaan juga mewarnai upaya pemadaman setelah sejumlah petugas pemadam kebakaran dilaporkan gugur saat bertugas di Yunani dan Italia. Uni Eropa terus menggalakkan solidaritas lintas negara dengan mengirimkan bantuan tambahan berupa tim pemadam, kendaraan, serta pesawat pengebom air guna membantu memadamkan amukan si jago merah.