Kepanikan melanda RSUD Ruteng, Nusa Tenggara Timur (NTT), ketika guncangan gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores pada Sabtu (15/8/2026). Sebagaimana diberitakan oleh media, suasana tegang menyelimuti seluruh sudut rumah sakit saat para pasien dan keluarga berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri dari ancaman reruntuhan bangunan.
Di tengah situasi yang mencekam tersebut, aksi mengharukan ditunjukkan oleh seorang ayah bernama Thomas Hariaman. Dengan penuh kecemasan, ia secara spontan langsung menggendong putrinya yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak dan terpasang selang infus dari lantai tiga Ruang Teratai RSUD Ruteng menuju ke halaman luar rumah sakit.
Berdasarkan laporan di lapangan, langkah evakuasi darurat ini terpaksa dilakukan karena sebagian dinding di lantai dua RSUD Ruteng mengalami retakan cukup besar serta plafon yang roboh akibat guncangan keras. Mengantisipasi adanya gempa susulan di tengah cuaca dingin, keluarga Thomas bersama ratusan pasien lainnya terpaksa memilih bertahan dan menginap di luar gedung.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMenanggapi kerusakan infrastruktur tersebut, Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit langsung menginstruksikan pemindahan pusat pelayanan medis sementara ke tenda-tenda darurat di halaman rumah sakit. Hingga Sabtu sore, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat dampak gempa Flores ini telah menyebabkan korban jiwa dan ribuan warga mengungsi.