Sebagaimana diwartakan oleh media La República, wilayah Ayacucho diguncang gempa bumi tektonik bermagnitudo 7,2 yang dampaknya dirasakan secara luas di berbagai wilayah Peru. Berdasarkan laporan dari Instituto Geofisico del Peru (IGP), pusat gempa berada di daratan dengan kedalaman mencapai 108 kilometer di bawah permukaan tanah.
Menariknya, peristiwa seismik ini memiliki kemiripan yang mencolok dengan gempa bumi bermagnitudo 6,6 yang pernah melanda kawasan Coracora pada 24 Agustus 2014 silam. Kepala Eksekutif IGP, Hernando Tavera, mengungkapkan bahwa kedua bencana alam tersebut terjadi persis pada kedalaman yang sama, yakni 108 kilometer di dalam mantel bumi.
Mengutip penjelasan para ilmuwan, aktivitas seismik di wilayah Ayacucho tidak hanya dipicu oleh proses subduksi akibat pergerakan lempeng Nazca yang menyusup di bawah lempeng Amerika Selatan. Fenomena ini juga sangat dipengaruhi oleh deformasi internal lempeng samudra yang berada di bawah jajaran pegunungan Andes.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeLebih lanjut, karakteristik gempa bumi dengan kedalaman menengah membuat gelombang getarannya mampu merambat hingga jarak ratusan kilometer dari titik pusatnya. Hal inilah yang menyebabkan guncangan turut dirasakan warga di luar wilayah episentrum, seperti di Ica, Arequipa, Abancay, hingga ibu kota Lima.
Kendati demikian, pihak ilmuwan menegaskan bahwa gempa darat dengan kedalaman lebih dari 100 kilometer ini tidak serta-merta mengurangi akumulasi energi di zona megathrust pantai. Proses tektonik di lepas pantai dan di daratan merupakan mekanisme terpisah yang tidak saling menghilangkan potensi ancaman gempa besar di masa depan.