Kabayan News Kabayan News
/home / internasional / Amerika Serikat Sanksi 15 Pihak dan...
INTERNASIONAL

Amerika Serikat Sanksi 15 Pihak dan Blokir Kapal Terkait Narkoba

By Dewi Lestari 1 min read 21 Agustus 2026
Departemen Keuangan AS sanksi belasan individu dan blokir 10 kapal di Ekuador terkait jaringan kokain internasional

Departemen Keuangan AS sanksi belasan individu dan blokir 10 kapal di Ekuador terkait jaringan kokain internasional

Pemerintah Amerika Serikat kembali mengambil langkah tegas dalam memberantas jaringan kejahatan lintas negara. Sebagaimana diwartakan oleh media El Universo, Kantor Pengawasan Aset Asing (OFAC) Departemen Keuangan AS resmi menjatuhkan sanksi terhadap 15 target di Ekuador serta memblokir 10 kapal yang diduga kuat terlibat dalam jaringan penyelundupan kokain internasional.

Berdasarkan laporan tersebut, jaringan ini disinyalir terafiliasi dengan kelompok kriminal terkemuka asal Ekuador, yakni Los Choneros dan Los Lobos, yang bekerja sama dengan kartel besar asal Meksiko. Operasi ilegal tersebut memanfaatkan kedok bisnis perikanan komersial di kawasan Manta untuk menyelundupkan ribuan kilogram kokain menuju Amerika Utara.

Dalam keterangannya, pihak Departemen Keuangan AS menyebutkan bahwa kapal-kapal yang diblokir tidak hanya berfungsi menyuplai logistik berupa bahan bakar dan makanan, tetapi juga turut mengawasi pergerakan aparat penegak hukum di laut. Sejumlah tokoh kunci dan perusahaan perikanan lokal turut dimasukkan ke dalam daftar hitam sanksi ekonomi.

Sekretaris Keuangan AS menegaskan bahwa pihaknya akan terus menggempur jaringan narkoterorisme yang merusak keamanan publik. "Bekerja sama dengan mitra penegak hukum, kami akan terus melumpuhkan operasi perdagangan narkoba para kartel dan melindungi perbatasan kami," demikian pernyataan resmi yang dikutip dari laporan tersebut.

Topics
amerika serikat ekuador narkoba los choneros los lobos hukum internasional
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.