Ada banyak hal yang bisa disewa: mobil, apartemen, atau ruang kantor. Kini, Anda bisa menambahkan iPhone berikutnya ke dalam daftar itu. Apple resmi meluncurkan program sewa baru untuk membuat iPhone, Mac, dan produk lainnya terasa lebih terjangkau di tengah kenaikan harga perangkat elektronik dan kecenderungan konsumen memakai perangkat lebih lama.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Apple menggandeng platform pembayaran Klarna untuk program ini, yang mulai tersedia di Amerika Serikat mulai Selasa (28/7) melalui toko ritel, online, dan aplikasi Apple Store. iPhone dan Apple Watch bisa disewa dengan jangka waktu 12 atau 24 bulan, sementara Mac dan iPad memiliki masa sewa 24 atau 36 bulan.
Produk yang eligible antara lain iPhone 17 Pro, iPhone 17 Pro Max, MacBook Pro, MacBook Air, iPad Pro, serta Apple Watch Series 10 dan Ultra 3. Sementara itu, produk Apple yang lebih murah seperti iPhone 16, MacBook Neo, iPad dasar, dan Apple Watch SE tidak termasuk dalam program ini.
Program sewa baru ini menggantikan iPhone Upgrade Program yang sebelumnya memungkinkan konsumen menukar iPhone setelah melakukan 12 kali pembayaran bulanan. Rencana baru ini bertujuan menerapkan konsep serupa untuk rentang produk Apple yang lebih luas sambil menawarkan lebih banyak fleksibilitas dalam rencana pembayaran dan biaya bulanan yang lebih rendah.
Opsi sewa iPhone termurah dibanderol 17,99 dolar AS per bulan atau sekitar Rp290 ribu, sementara program upgrade iPhone mulai sekitar 42 dolar AS per bulan, demikian menurut situs resmi Apple. Perbedaan signifikan ini diharapkan bisa menarik lebih banyak konsumen yang ingin menikmati perangkat terbaru tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam di awal.
Program ini bisa membantu konsumen menganggap iPhone atau Mac sebagai langganan lain, bukan pembelian besar, kata Francisco Jeronimo, analis dari firma riset pasar International Data Corporation. Mayoritas orang Amerika tidak lagi upgrade ponsel setiap tahun, dengan rata-rata pengguna memakai ponsel selama 22 bulan, berdasarkan survei Reviews.org tahun lalu.
Di sisi lain, beberapa analis memperkirakan batch iPhone terbaru Apple akan lebih mahal. Bulan lalu, Apple menaikkan harga sejumlah perangkat termasuk beberapa model Mac dan iPad karena kelangkaan memori akibat meningkatnya permintaan untuk pusat data. "Kita harus mulai berpikir tentang iPhone seharga 1.500 dolar AS, bukan 1.000 atau 1.200 dolar AS," ujar Mike Howard, wakil presiden cakupan memori di TechInsights, kepada CNN awal bulan ini.
Peluncuran program sewa ini terjadi menjelang peluncuran iPhone yang diantisipasi Apple pada September mendatang. Perusahaan diperkirakan akan merilis smartphone termahal mereka, yaitu iPhone lipat pertama, menurut laporan Bloomberg. Langkah ini dinilai sebagai strategi Apple mengantisipasi potensi penurunan siklus upgrade akibat harga yang terus meroket.
"Risiko nyata Apple adalah kenaikan harga lebih lanjut dapat mempengaruhi siklus upgrade," kata Jeronimo dalam pernyataan pekan lalu setelah Bloomberg memberitakan program sewa ini. "Apple Upgrade hadir tepat pada saat Apple sangat membutuhkannya," imbuhnya. Program ini diharapkan menjadi solusi bagi Apple untuk mempertahankan loyalitas pelanggan di tengah tekanan ekonomi global.
Dengan opsi sewa yang lebih fleksibel dan biaya bulanan lebih rendah, Apple tampaknya ingin mengubah pola pikir konsumen dari membeli menjadi berlangganan. Langkah ini juga sekaligus merespons tren perlambatan penjualan ponsel premium yang mulai terasa di berbagai pasar, termasuk di negara-negara berkembang yang sensitif terhadap harga.