Ancaman baterai lithium-ion di pesawat kini menjadi salah satu isu keselamatan paling mendesak bagi industri penerbangan global seiring meningkatnya insiden kebakaran perangkat elektronik di udara.
Berdasarkan pengamatan redaksi, kekhawatiran ini mencuat setelah berbagai insiden perangkat portabel seperti power bank mengalami overheat hingga memicu percikan api di dalam kabin pesawat.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMenurut Jonathan Nicholson dari UK Civil Aviation Authority, bahaya baterai lithium-ion menempati posisi teratas sebagai risiko serius dalam operasional penerbangan global selama beberapa tahun terakhir.
Dari analisis awak media, tingginya mobilitas penumpang serta masifnya penggunaan gawai memicu rata-rata dua insiden terkait baterai lithium-ion setiap minggunya di seluruh dunia.
Kondisi tersebut diperparah oleh maraknya peredaran perangkat dan pengisi daya murah asal Asia Timur yang memiliki standar pengawasan kualitas sangat minim.
Ahli teknologi baterai Pierre Kubiak menjelaskan bahwa material plastik dan komponen organik di dalam baterai dapat memicu suhu ekstrem mencapai seribu derajat celcius dalam waktu sangat cepat.
Otoritas penerbangan internasional seperti IATA bersama maskapai global terus menggencarkan kampanye keselamatan agar penumpang lebih bijak membawa perangkat elektronik selama penerbangan.