Perusahaan solusi kesehatan berbasis sains mikroba dan bioteknologi Bcrobes memperkenalkan riset terbaru mengenai potensi probiotik sebagai terapi pendamping dalam penanganan jerawat ringan hingga sedang. Hasil penelitian tersebut dipaparkan dalam Pekan Ilmiah Tahunan Ikatan Apoteker Indonesia 2026 yang berlangsung di Medan.
"Kami ingin mengeksplorasi lebih jauh bagaimana pendekatan berbasis mikrobioma, termasuk penggunaan probiotik, berpotensi mendukung terapi jerawat yang telah ada," ujar Guru Besar Farmakologi dan Farmasi Klinis Universitas Padjadjaran Keri Lestari.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeStudi klinis acak tersamar ganda ini melibatkan 64 pasien berusia 13 hingga 45 tahun di Rumah Sakit Umum Bali Mandara selama delapan minggu. Peserta menerima terapi standar jerawat dengan tambahan plasebo, probiotik oral, secretome topikal, serta kombinasi keduanya.
Hasil uji klinis menunjukkan kelompok yang menerima probiotik, secretome, maupun kombinasinya mengalami penurunan skor lesi inflamasi yang signifikan dibandingkan kelompok kontrol. Penurunan skor total jerawat terbesar tercatat pada kelompok probiotik.
Bcrobes Perluas Kolaborasi Strategis dan Riset Mikrobioma
Bcrobes juga meluncurkan buku berjudul Transformasi Paradigma Probiotik Generasi Baru Kesehatan Berbasis Mikrobioma untuk memperluas literasi kesehatan. Peluncuran buku ini sekaligus memperkuat komitmen perusahaan dalam menghadirkan edukasi berbasis sains bagi tenaga kesehatan dan masyarakat.
Direktur Bcrobes Group Dean Lee Heng Yee menyatakan perkembangan ilmu mikrobioma membuka peluang besar untuk memahami kesehatan manusia secara menyeluruh. Inovasi kesehatan harus berjalan beriringan dengan penelitian dan bukti ilmiah yang kredibel.
"Bcrobes percaya bahwa inovasi kesehatan harus berjalan bersama dengan penelitian dan bukti ilmiah," kata Dean Lee Heng Yee dalam kesempatan yang sama.
Selain pemaparan riset, Bcrobes menandatangani nota kesepahaman dengan Ikatan Apoteker Indonesia dan PharmaQ. Kolaborasi ini bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap produk kesehatan melalui platform digital dan jaringan ritel apotek di Indonesia.