PSSI-nya Italia (FIGC) harus gigit jari setelah target utama mereka untuk kursi pelatih Timnas Italia, Pep Guardiola, secara resmi menolak tawaran tersebut. Menurut laporan Gianluca Di Marzio, jajaran pimpinan baru FIGC yang menjadikan Guardiola sebagai prioritas nomor satu gagal membujuk juru taktik asal Spanyol itu untuk mengakhiri masa "sabbatical" atau istirahatnya lebih awal.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Sebagaimana dilaporkan Corriere della Sera, duo petinggi FIGC, Paolo Maldini dan Leonardo, bahkan menyempatkan diri terbang ke Barcelona pada akhir pekan lalu demi merayu sang manajer secara langsung. Presiden FIGC, Giovanni Malagò, juga meyakinkan bahwa aspek finansial tidak akan menjadi masalah. Namun, mantan juru latih Manchester City tersebut tetap teguh pada pendiriannya untuk beristirahat sejenak dari dunia kepelatihan.
Pihak federasi sebenarnya telah menyodorkan proyek jangka panjang yang sangat ambisius, termasuk dukungan jaringan pemandu bakat yang luas dan jajaran direktur berpengalaman. Paolo Maldini mengonfirmasi bahwa mereka juga sempat berkomunikasi dengan Carlo Ancelotti. Akan tetapi, berdasarkan laporan Matteo Moretto, Ancelotti dipastikan tetap bertahan menukangi Timnas Brasil meski timnya baru saja tersingkir lebih awal di Piala Dunia.
Berdasarkan analisis tim redaksi, penolakan Guardiola memaksa FIGC merubah peta pencarian mereka secara drastis. Laporan dari La Gazzetta dello Sport menyebutkan bahwa nama Andrea Pirlo kini mengungguli kandidat kuat lainnya seperti Antonio Conte dan Roberto Mancini. Di sisi lain, deretan klub Serie A dikabarkan lebih memberikan dukungan penuh kepada mantan pelatih Napoli tersebut untuk mengambil alih kendali skuad Azzurri.
Dari pengamatan awak media, kegagalan membujuk Guardiola menunjukkan betapa tingginya standar yang ingin diterapkan jajaran pimpinan baru Italia. Namun, memilih Andrea Pirlo sebagai opsi alternatif dinilai beberapa pihak sebagai langkah yang terlampau kontras jika dibandingkan dengan profil Guardiola yang bertabur prestasi.