Pemerintah Turki kini tengah tancap gas dalam upaya peremajaan kota di Istanbul demi mengantisipasi risiko gempa bumi yang mengintai. Melalui kampanye bertajuk "Half Is on Us", pemerintah berkomitmen membantu warga untuk merenovasi bangunan berisiko tinggi menjadi hunian yang lebih aman dan tangguh.
Menteri Lingkungan Hidup, Urbanisasi, dan Perubahan Iklim Turki, Murat Kurum, baru-baru ini membagikan perkembangan terbaru proyek ini di distrik Zeytinburnu. "Our Istanbul continues to become stronger, safer and transform through "Half is on Us" campaign," ungkapnya sebagaimana dilaporkan Daily Sabah.
Program ini menawarkan insentif finansial yang cukup menggiurkan bagi pemilik rumah. Menurut laporan, pemerintah memberikan dana hibah hingga TL 875.000 atau setara dengan sekitar Rp400 juta, ditambah pinjaman dengan nilai serupa serta dukungan relokasi sebesar TL 125.000 untuk setiap unit hunian.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeHingga saat ini, lebih dari 384.000 unit bangunan di Istanbul telah masuk dalam proses transformasi di bawah koordinasi Direktorat Transformasi Perkotaan. Distrik Zeytinburnu menjadi salah satu wilayah dengan permintaan tertinggi, di mana ribuan unit di bangunan berisiko tinggi telah berhasil direnovasi.
Oğuzhan Çiftçi, Kepala Departemen Layanan Transformasi, menekankan pentingnya program ini mengingat Istanbul menghadapi risiko gempa yang signifikan. Ia mendesak warga untuk segera memanfaatkan kesempatan ini sebelum program berakhir pada 31 Desember 2026.
Berdasarkan keterangan resmi, bangunan atau tempat kerja yang teridentifikasi sebagai struktur berisiko tinggi sebelum batas waktu tersebut masih berhak menerima bantuan. Warga setempat pun menyambut positif inisiatif ini karena memberikan kepastian hunian yang lebih aman bagi keluarga mereka.