Pemerintah Kabupaten Bener Meriah resmi meluncurkan Sosialisasi Program Pendampingan Petani Kakao dalam rangka menyukseskan Gerakan Kakao Aceh Hebat. Bupati Bener Meriah, Ir H Tagore Abubakar membuka langsung kegiatan tersebut di Aula Setdakab Bener Meriah, Provinsi Aceh, Rabu (5/8/2026).
Dalam sambutannya, Bupati Tagore Abubakar optimis program pendampingan ini mampu memberikan dampak positif yang signifikan bagi pengembangan sektor kakao. Ia menargetkan peningkatan kesejahteraan petani hingga penguatan ekonomi daerah melalui hilirisasi produk cokelat dari kakao Bener Meriah.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDi hadapan Coco Sustainability Manager PT Asia Cocoa Indonesia, Ide Bagus Made Wirawan, Bupati Tagore meyakinkan bahwa kualitas kakao asal Bener Meriah merupakan salah satu yang terbaik berdasarkan hasil uji laboratorium yang pernah dilakukan. "Pendampingan teknis bagi para petani sangat penting agar kualitas dan kuantitas produksi kakao kita mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional," tegas Tagore.
Bupati Tagore juga mengajak seluruh petani untuk tetap berkomitmen dan bersemangat mengelola lahan kakao yang dimiliki. Menurutnya, potensi besar kakao Bener Meriah harus dimaksimalkan melalui kolaborasi semua pihak, mulai dari pemerintah daerah, perusahaan swasta, hingga organisasi non-pemerintah yang peduli pada pengembangan komoditas unggulan ini.
FKL Gandeng Petani di Dua Kecamatan untuk Revitalisasi Kakao
Sementara itu, perwakilan panitia dari Sustainability Forum Konservasi Leuser (FKL), Hendra Syahrial menjelaskan bahwa FKL telah mendapat mandat dari Dinas Pertanian Aceh sejak 2024 untuk mengembalikan kejayaan kakao di Aceh. FKL mencatat bahwa kakao Aceh sempat mengalami penurunan produktivitas dan kualitas dalam beberapa tahun terakhir, sehingga diperlukan program revitalisasi yang komprehensif.
Atas masukan Bupati Tagore serta potensi besar daerah, FKL merancang perluasan program Gerakan Kakao Aceh Bangkit ke Bener Meriah pada 2025. Program ini kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi Gerakan Kakao Aceh Hebat yang saat ini digulirkan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan teknis kepada para petani di Bener Meriah.
Sustainability Forum Konservasi Leuser (FKL) menunjuk dua kecamatan di Bener Meriah sebagai lokus utama program Gerakan Kakao Aceh Hebat. Hendra Syahrial, perwakilan panitia dari FKL menjelaskan bahwa Kecamatan Timang Gajah dan Gajah Putih memiliki potensi serta kualitas kakao yang sangat baik untuk dikembangkan.
"Dua kecamatan di Bener Meriah, yaitu Timang Gajah dan Gajah Putih, memiliki potensi serta kualitas kakao yang sangat baik. Melalui kolaborasi bersama Dinas Pertanian dan Pangan Bener Meriah, potensi ini harus kita maksimalkan," pungkas Hendra Syahrial di hadapan para peserta sosialisasi.