Chelsea dilaporkan serius mengejar dua pemain senior, Danny Welbeck dan Jordan Henderson, di bursa transfer musim panas ini. Langkah ini menarik perhatian karena selama era kepemilikan BlueCo, The Blues lebih fokus merekrut pemain muda di bawah usia 25 tahun.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Fakta bahwa Chelsea kini mengincar Welbeck yang berusia 35 tahun dan Henderson yang berusia 36 tahun menjadi sinyal perubahan strategi yang cukup mengejutkan. Sejak musim panas 2023, Tosin Adarabioyo menjadi satu-satunya pemain di atas 25 tahun yang berhasil direkrut.
Sebelumnya, Chelsea juga sempat mencoba mendatangkan John Stones (32 tahun) dan Granit Xhaka (33 tahun) di jendela transfer kali ini. Artinya, keinginan menambah pengalaman di skuat memang sudah terlihat sejak awal bursa transfer.
Co-owner Chelsea, Behdad Eghbali, sebenarnya sudah memberi kode soal perubahan ini sejak April lalu. Dalam pidatonya di CAA World Congress of Sport, Eghbali mengakui timnya butuh lebih banyak pemain berpengalaman untuk membawa proyek ini ke level berikutnya.
Kami harus lebih baik dalam beberapa hal, menambahkan pemain yang lebih siap pakai di fase proyek ini, untuk mencapai level selanjutnya dan konsisten. Kami sadar butuh keseimbangan. Kami tweak model, belajar dari kesalahan, demikian pernyataan Eghbali dikutip dari laporan Sports Mole.
Eghbali juga menyebut skuat inti Chelsea saat ini sudah bagus dengan nama-nama seperti Cole Palmer, Moises Caicedo, Enzo Fernandez, Levi Colwill, Estevao Willian, dan Reece James. Namun, ia menegaskan bahwa pengalaman adalah elemen yang hilang dan harus segera diisi.
Statistik menunjukkan bahwa Chelsea memiliki rata-rata usia starting lineup termuda di Premier League musim lalu, yaitu 24 tahun 194 hari. Ketidakmatangan ini terbukti menjadi masalah besar, terbukti dengan finis di posisi ke-10 dan koleksi kartu merah terbanyak (delapan) serta 88 kartu kuning.
Kegagalan di Liga Champions juga menjadi pelajaran pahit. Chelsea tersingkir dari Paris Saint-Germain dengan agregat 8-2, yang disebabkan oleh kesalahan individu, kurangnya konsentrasi, dan disiplin rendah. Kepergian Marc Cucurella serta kemungkinan hengkangnya Enzo Fernandez juga memperparah situasi.
Pelatih anyar Xabi Alonso dikenal sangat menghargai kepemimpinan dan pengalaman. Saat menangani Bayer Leverkusen, Alonso merekrut empat pemain di atas 27 tahun dan berhasil mempersembahkan gelar Bundesliga pertama. Kehadiran Welbeck dan Henderson diharapkan memberi efek serupa.
Welbeck dinilai tepat untuk mengisi lini depan Chelsea. Musim lalu, hanya Joao Pedro yang mencetak lebih dari 10 gol liga, sementara Liam Delap hanya satu gol dan berpotensi hengkang. Welbeck justru mencetak dua digit gol dalam dua musim terakhir di Brighton serta hanya absen enam kali cedera dalam dua tahun.
Sementara itu, Henderson mungkin tidak akan banyak bermain, tetapi kepemimpinannya adalah aset utama. Kapten Liverpool dengan enam trofi besar itu masuk skuat Inggris di Piala Dunia karena pengaruhnya di ruang ganti. Jude Bellingham memuji Henderson karena selalu menyatukan tim dan tak punya ego, bahkan rela membantu sesi latihan finisihing.
Apakah Chelsea akhirnya bisa mendatangkan Welbeck dan Henderson masih jadi tanda tanya. Namun, minat serius pada kedua pemain ini sudah cukup menjadi bukti bahwa strategi rekrutmen Chelsea sedang berubah, yang diharapkan bisa membawa skuat muda berbakat ini mencapai potensi maksimalnya.