Perkembangan teknologi di industri kuliner kini semakin masif dengan hadirnya konsep restoran otomatis atau robotic restaurant. Tempat makan jenis ini memanfaatkan sistem manajemen canggih serta perangkat robot untuk mengambil alih berbagai tugas operasional, mulai dari mengantar makanan hingga meracik hidangan di dapur.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Dalam praktiknya, beberapa restoran bahkan beroperasi secara penuh tanpa melibatkan campur tangan manusia sama sekali. "Kehadiran teknologi ini dirancang untuk membantu sekaligus menggantikan tenaga kerja manusia seperti pelayan dan koki," ujar para pengamat industri makanan dalam berbagai kesempatan.
Sejarah penggunaan mesin dalam industri makanan sebenarnya sudah tercatat sejak akhir abad ke-19 hingga awal abad ke-20 melalui kemunculan automat dan mesin penjual otomatis shokkenki di Jepang. Pelanggan pada masa itu dapat memesan makanan secara mandiri langsung melalui mesin.
Inovasi penting lainnya lahir dari sosok Yoshiaki Shiraishi di Jepang yang menciptakan konsep conveyor belt sushi. Terinspirasi dari ban berjalan di pabrik bir Asahi, ia menggunakan sabuk konveyor untuk mendistribusikan hidangan sushi sehingga memangkas kebutuhan akan pelayan restoran.
Seiring berjalannya waktu, berbagai perusahaan global dan lembaga riset terus mengembangkan teknologi otomatisasi kuliner. Mulai dari layar sentuh kiosk dari McDonald's, robot pembuat piza, hingga penggunaan teknologi laser untuk memasak makanan cetakan 3D menunjukkan bahwa masa depan dunia kuliner telah bergeser ke arah digital.