Memilih perangkat dapur kini tidak hanya soal fungsi, namun juga mempertimbangkan aspek kesehatan jangka panjang. Salah satu perdebatan yang sering muncul adalah mana yang lebih unggul antara rice cooker berbahan keramik atau stainless steel untuk menanak nasi sehari-hari.
Berdasarkan laporan yang dikutip dari laman YumAsia, panci dengan lapisan keramik umumnya dibuat dari bahan alami yang terbebas dari senyawa sintetis berbahaya seperti PFOA atau PTFE. Teknologi nano digunakan untuk melekatkan silika inert pada lapisan dasar, sehingga material ini dinilai sangat aman dan tidak bereaksi terhadap makanan bersifat asam.
Di sisi lain, penggunaan stainless steel tipe food grade seperti seri 304 juga menawarkan standar keamanan yang sangat tinggi. Keunggulan utamanya terletak pada ketahanannya, karena wadah ini tidak memiliki lapisan luar yang berisiko mengelupas dan tercampur ke dalam nasi seiring pemakaian.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeDalam hal ketahanan fisik, stainless steel memang jauh lebih unggul karena sifatnya yang tangguh dan tahan banting. Permukaan material ini tidak mudah rusak atau terkelupas, bahkan jika dibersihkan menggunakan spons yang sedikit kasar.
Sebaliknya, wadah keramik menuntut perawatan yang lebih ekstra dan hati-hati. Benturan keras atau penggunaan benda tajam saat menyendok nasi dapat memicu retakan halus yang pada akhirnya mengurangi kualitas lapisan antilengket pada keramik tersebut.
Dari sisi performa memasak, stainless steel dikenal mampu menghantarkan panas lebih cepat, meski suhu panas cenderung lebih cepat hilang setelah aliran listrik dimatikan. Sementara itu, wadah keramik unggul dalam kemampuan retensi panas yang sangat baik, sehingga nasi dapat terjaga kehangatannya lebih lama dengan distribusi panas yang cenderung lebih stabil dan merata hingga ke bagian dalam bulir nasi.