Grab handle atau pegangan di atas pintu mobil ternyata menyimpan fungsi krusial yang sering kali disalahartikan oleh sebagian besar pengemudi maupun penumpang. Banyak orang mengira komponen tersebut hanya digunakan untuk berpegangan saat pengemudi mulai melaju dengan agresif di jalan raya.
Berdasarkan informasi dari laman Check This Car, pegangan tersebut pada dasarnya dirancang untuk memberikan dukungan saat masuk atau keluar kendaraan. Fitur ini terbukti sangat membantu penumpang lansia atau individu yang memiliki tantangan mobilitas dalam keseharian mereka.
Selain itu, komponen ini berfungsi menjaga kestabilan penumpang saat kendaraan melintasi medan off-road yang ekstrem atau ketika terjadi pengereman mendadak. Sejumlah model pegangan bahkan dilengkapi pengait terintegrasi untuk menggantungkan pakaian atau tas agar tidak kotor di lantai mobil.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMeskipun demikian, para ahli otomotif mengingatkan agar tidak selalu menggunakan pegangan tersebut sebagai titik jangkar utama saat berkendara. Hal ini dikarenakan area sekitar pegangan sering kali menjadi lokasi penyimpanan kantung udara samping atau side-curtain airbags.
Fakta Unik dan Alasan Tidak Semua Mobil Punya Grab Handle
Perwakilan senior komunikasi Nissan, Eric Ruble, menjelaskan bahwa pegangan tersebut ditujukan untuk membantu penumpang menemukan posisi duduk yang nyaman di medan kasar. Namun, komponen ini tidak dirancang untuk menahan beban penuh tubuh orang dewasa secara terus-menerus.
Tidak semua kendaraan di pasar otomotif dilengkapi dengan pegangan pintu tersebut karena alasan desain aerodinamika dan estetika bodi. Contohnya pada model coupe seperti BMW Seri 4 yang sengaja menghilangkan fitur ini demi menurunkan garis atap agar terlihat lebih rendah.
Sebaliknya, SUV mewah seperti Mercedes-Benz G-Class justru menyediakan dua pegangan sekaligus, yakni di atas pintu serta di bagian dasbor depan penumpang. Penempatan ganda ini ditujukan khusus untuk memberikan kestabilan ekstra ketika mobil melahap jalur pendakian yang terjal.
Beberapa pabrikan juga kerap menghilangkan pegangan di sisi pengemudi karena dianggap tidak diperlukan dan menambah biaya produksi kendaraan. Keputusan tersebut didasari oleh asumsi bahwa pengemudi harus selalu memegang kemudi dengan kedua tangan demi keamanan.