Barbra Streisand melontarkan kecaman keras terhadap Donald Trump terkait ancaman pembongkaran gedung Kennedy Center yang dipicu oleh konflik sengketa penamaan fasilitas budaya di Amerika Serikat.
"Sekarang, Trump yang benar-benar kalah telah mengumumkan bahwa Kennedy Center ditutup untuk apa yang digambarkan oleh dewan yang sepenuhnya diatur sebagai renovasi besar," tulis Barbra Streisand melalui situs pribadinya pada Kamis.
Penerima penghargaan Kennedy Center Honors pada tahun 2008 itu menyoroti bahwa wacana penutupan tersebut tidak pernah dibahas sama sekali ketika nama Donald Trump masih terpampang di bagian fasad gedung.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSengketa bermula setelah Hakim Distrik AS Christopher Cooper mengeluarkan putusan pada Selasa yang melarang dewan pengurus mengubah nama gedung bersejarah tersebut tanpa persetujuan dari Kongres.
Barbra Streisand Sebut Ego Donald Trump Rusak Warisan Budaya
Menanggapi keputusan pengadilan tersebut, Donald Trump melalui platform media sosialnya menyarankan agar bangunan pusat seni pertunjukan nasional itu diruntuhkan atau dirobohkan.
Di tengah ketegangan ancaman pembongkaran, Hakim Cooper kemudian memerintahkan pemerintahan Trump untuk memberikan pemberitahuan 30 hari sebelum melakukan perubahan fisik apa pun pada bangunan.
Barbra Streisand menyatakan kekecewaannya mendalam karena sebuah institusi seni yang sangat dihormati harus menjadi korban perselisihan pahit akibat ambisi pribadi seorang tokoh.
"Anda dapat dengan mudah membayangkan kemarahan saya melihat institusi yang dihormati ini menjadi objek perjuangan pahit atas nama satu orang dan ego yang tak terkendali," tegas Streisand dalam pernyataannya.
Gedung John F. Kennedy Center for the Performing Arts sendiri awalnya ditetapkan oleh Kongres sebagai monumen hidup untuk mengenang mendiang Presiden John F. Kennedy setelah pembunuhannya.
Direktur Eksekutif Matt Floca mengonfirmasi kepada The Associated Press bahwa pusat kebudayaan tersebut saat ini sedang ditutup untuk sementara waktu di tengah konflik hukum yang memanas.
Sebagai penutup pernyataan resminya, Barbra Streisand mengajak seluruh warga Amerika Serikat agar menggunakan hak pilih mereka dalam pemilu paruh waktu mendatang untuk bersuara melawan ancaman tersebut.