Aktris Christine Taylor mengungkapkan kisah di balik awal hubungannya dengan Ben Stiller yang ternyata sempat dikira sebagai asmara pelarian atau rebound romance oleh keduanya. Perjalanan asmara pasangan selebritas Hollywood ini bermula ketika mereka pertama kali bertemu pada tahun 1999 saat menjalani proses syuting proyek pilot televisi berjudul Heat Vision and Jack.
Dalam sebuah siniar We're Still Here, Babes, aktris yang dikenal lewat film The Brady Bunch Movie tersebut menceritakan bahwa kedekatan mereka terjalin secara natural di lokasi syuting. Setelah menjalani kencan menjelang akhir masa produksi, keduanya langsung terjebak dalam jalinan asmara yang berjalan cepat tanpa ekspektasi jangka panjang.
"Kami berdua sama-sama berpikir kalau itu adalah asmara pelarian kami, karena saya baru saja putus dari seseorang dan dia juga baru keluar dari suatu hubungan," ujar Christine Taylor dikutip dari wawancara media internasional.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMeskipun awalnya hanya berniat menjalani waktu menyenangkan bersama, hubungan mereka justru berkembang dengan sangat serius dalam waktu relatif singkat. Hanya berselang enam bulan sejak kedekatan tersebut, Ben Stiller melamar Christine Taylor hingga akhirnya resmi menikah pada bulan Mei 2000.
Pilihan Vakum Demi Peran Sebagai Ibu Rumah Tangga
Kehidupan domestik yang dijalaninya setelah kelahiran sang buah hati membuat Christine Taylor mulai mempertanyakan identitas serta prioritas kariernya di dunia akting. Aktris kelahiran Allentown tersebut sempat merenungkan ulang apakah dirinya hanya akan dikenal sebagai istri Ben Stiller atau ibu bagi anak mereka.
"Apakah ini identitas saya? Apakah saya sekarang hanya menjadi istri Ben atau ibu Ella? Apakah saya masih ingin bekerja sekarang?" ungkap Christine Taylor mengenang masa-masa transisi dalam hidupnya.
Setelah sempat mencoba kembali aktif bekerja, ia akhirnya memutuskan untuk mengambil langkah mundur dari dunia seni peran secara penuh demi mendampingi tumbuh kembang anaknya. Keputusan besar tersebut diambil agar tidak ada benturan jadwal kesibukan di lokasi syuting antara dirinya dan sang suami.
Christine Taylor menegaskan bahwa dirinya tidak pernah pensiun atau meninggalkan industri hiburan secara permanen, melainkan hanya mengurangi intensitas pekerjaan untuk fokus pada keluarga. Baginya, pilihan untuk terlibat secara langsung dalam pengasuhan anak merupakan keputusan terbaik yang pernah ia ambil.