Burung hitam sayap merah di wilayah barat Oregon menunjukkan reaksi jauh lebih berhati-hati saat menghadapi ancaman dari ular derik berbisa dibandingkan dengan ular gopher yang tidak berbisa.
Berdasarkan studi yang dipublikasikan dalam jurnal Behavioral Ecology pada Juli, peneliti mengamati respons agresif burung-burung penjaga sarang terhadap berbagai predator potensial seperti burung jay, tupai tanah, hingga ular gopher.
Shelby Lawson selaku peneliti pascadoktoral di laboratorium biologi integratif David Kikuchi di Oregon State University memimpin eksperimen dengan menempatkan model tiruan di dekat sarang burung.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeMelalui puluhan kali pengujian di lapangan, burung-burung tersebut tercatat hanya sekali menyerang model ular derik, sementara mereka menghantam model ular gopher hingga lebih dari 80 kali.
Teori Investasi Parental dan Respons Spesifik Ular
Hasil temuan ini dinilai mengejutkan mengingat populasi ular derik sebagian besar telah musnah di sebelah barat Pegunungan Cascade sejak tahun 1800-an sehingga burung-burung tersebut minim pengalaman langsung.
"Kami tidak tahu apakah itu karena mereka mengenali bahaya atau ada sesuatu dari fitur viperid maupun derik yang membuat burung-burung itu ragu," ujar Shelby Lawson menjelaskan temuan tersebut.
Fenomena ini mencerminkan teori investasi parental di mana hewan mempertimbangkan nilai perlindungan keturunan mereka terhadap risiko keselamatan diri mereka sendiri dalam menghadapi ancaman.
Studi tersebut menjadi makalah pertama yang membandingkan respons burung berkembang biak terhadap ular berbisa dan tidak berbisa melalui perspektif teori investasi parental secara mendalam.