Rencana raksasa kripto Tether untuk memperluas ekspansi penambangan Bitcoin di Uruguay harus kandas di tengah jalan. Berdasarkan laporan Reuters, proyek yang ditaksir menelan biaya hingga USD120 juta atau sekitar Rp1,9 triliun tersebut terpaksa terbengkalai setelah menghadapi berbagai persoalan pelik.
Negara Uruguay mulanya dipandang sebagai lokasi yang sangat ideal bagi Tether untuk mendirikan fasilitas tambang kripto karena stabilitas politik serta ketersediaan energi terbarukan yang melimpah. Namun, proyek yang dimulai sejak tahun 2023 di departemen Florida itu justru menemui jalan buntu akibat perselisihan pasokan listrik dengan perusahaan utilitas negara setempat, UTE.
Menurut dokumen internal UTE serta keterangan dari sejumlah narasumber, konflik bermula dari perbedaan interpretasi kontrak mengenai kuota pasokan listrik. Tether menganggap klausul kontrak merupakan batas minimum daya yang bisa ditingkatkan, sementara pihak UTE bersikeras bahwa angka tersebut adalah batas maksimal yang tidak boleh dilampaui.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
SubscribeSituasi semakin pelik setelah terjadi pergantian lanskap politik di Uruguay ketika pemerintahan baru mengambil alih dan bersikap lebih tegas terhadap negosiasi ulang kontrak energi. Akibat kekurangan pasokan listrik yang parah dan tagihan yang menunggak, pihak UTE akhirnya memutus aliran listrik ke fasilitas tersebut pada pertengahan tahun lalu.
Kegagalan investasi di Uruguay ini memberikan gambaran langka mengenai operasional tertutup Tether di tengah ambisi mereka menginvestasikan keuntungan besar dari bisnis stablecoin. Para pengamat industri menilai bahwa sektor penambangan Bitcoin kini semakin tertekan oleh kenaikan biaya energi serta penurunan profitabilitas pasca peristiwa halving.
Meski proyek di Uruguay berakhir kegagalan, Tether tetap agresif mengalihkan perhatian dan investasinya ke berbagai sektor lain secara global, mulai dari kecerdasan buatan, pusat data, hingga sektor olahraga.