Hunter Biden secara terbuka mengakui bahwa keputusan pengampunan presiden yang diberikan ayahnya, mantan Presiden AS Joe Biden, bukanlah langkah yang baik bagi publik Amerika Serikat maupun warisan politik sang ayah.
Berdasarkan pengamatan redaksi, pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara eksklusif bersama BBC Newsnight saat dirinya membahas kontroversi hukum serta dinamika keluarga di balik layar politik Washington.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe"Semua yang saya tahu adalah saya bersyukur ayah melakukannya untuk saya," ujar Hunter Biden sembari mengakui bahwa langkah tersebut memicu kritik luas karena dinilai tidak adil bagi konstitusi negara.
Dari analisis awak media, Joe Biden sebelumnya memberikan pengampunan penuh tanpa syarat pada Desember 2024 untuk melindungi putranya dari potensi target politik pemerintahan Donald Trump berikutnya.
Selain membahas kontroversi hukum, Hunter Biden juga membagikan kisah kelam perjuangannya keluar dari jeratan kecanduan alkohol dan narkoba parah yang pernah hampir merenggut nyawanya di masa lalu.
Dalam kesempatan yang sama, ia tampak emosional tatkala mengonfirmasi bahwa penyakit kanker diderita sang ayah telah menyebar ke bagian tulang serta memicu kondisi fisik yang semakin melemah.
Menutup perbincangan, Hunter Biden menegaskan dirinya tidak memiliki minat terjun ke dunia politik praktis dan memilih mendedikasikan sisa hidupnya untuk kampanye pemulihan korban kecanduan.