Kabar menarik datang dari wilayah Jawa Timur yang terangkum dalam berita Jatim Terpopuler edisi Minggu (19/7/2026). Beberapa peristiwa penting menjadi sorotan publik, mulai dari pencapaian gemilang destinasi wisata lokal hingga insiden tragis yang menimpa seorang pelajar di Kabupaten Ponorogo.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Peristiwa duka mengawali akhir pekan ini ketika rencana liburan berujung maut bagi seorang pelajar kelas X SMK Pemkab Ponorogo bernama Alfian Reza Prasetyo (16). Remaja asal Desa Brahu, Kecamatan Siman tersebut dilaporkan meninggal dunia akibat tenggelam saat mandi di Sungai Kedung Samijah, Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo.
Insiden memilukan ini diduga terjadi karena korban tidak mengetahui kedalaman kondisi arus sungai tersebut. Korban yang sebelumnya memancing bersama temannya berinisiatif untuk berenang karena merasa gerah sebelum akhirnya terseret arus dan tenggelam ke dasar sungai.
Warga sekitar yang mendengar teriakan minta tolong dari rekan korban langsung bergegas melakukan pencarian dengan menggunakan batang bambu seadanya. Sayangnya, ketika berhasil dievakuasi dari dasar sungai, remaja malang tersebut sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
"Tadi ada orang minta tolong, temannya tenggelam. Saya lari lah ke lokasi. Saya ikut mencari. Ketemu di dasar sungai korbannya dalam kondisi tak bernyawa," ungkap salah satu warga setempat, Eko Subiyanto, saat menceritakan kronologi evakuasi korban.
Sementara itu pada berita lainnya, Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Banyuwangi sukses menorehkan prestasi internasional. Kawasan ini resmi menjadi percontohan di tingkat ASEAN, di mana para delegasi luar negeri dibuat takjub oleh konsep penataan wisata kuliner berbasis pemberdayaan masyarakat lokal.
Kondisi alam juga memicu fenomena unik di kawasan wisata Telaga Ngebel, Ponorogo. Ratusan monyet ekor panjang dilaporkan mulai turun ke kawasan pemukiman warga dan area wisata akibat berkurangnya pasokan pakan alami di habitat mereka menyusul datangnya musim kemarau tahun ini.