PT Hutama Karya memasang target ambisius untuk menyelesaikan pembangunan Jembatan Musi V di Palembang, Sumatera Selatan, sebelum akhir tahun 2026. Jembatan ini menjadi bagian vital dari ruas Jalan Tol Kayu Agung-Palembang-Betung atau Kapalbetung yang merupakan segmen penting dalam jaringan Jalan Tol Trans-Sumatera.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, meninjau langsung progres akhir pembangunan jembatan tersebut pada Kamis (16/7). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesiapan fisik jembatan yang bakal menjadi urat nadi baru perekonomian di Pulau Sumatera.
Dalam kunjungan kerja itu, Wapres Gibran didampingi Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dan Wali Kota Palembang Ratu Dewa. Mereka meninjau struktur utama jembatan yang saat ini telah selesai dibangun dan tengah menjalani serangkaian uji beban sebelum dioperasikan untuk umum.
Executive Vice President Pembangunan Jalan Tol PT Hutama Karya, Dwi Aryono Bayuaji, mengungkapkan bahwa Wapres Gibran memberikan apresiasi atas percepatan pembangunan yang terjadi. "Wapres Gibran merasa cukup puas dengan percepatan pembangunan yang terjadi," ujarnya di Palembang.
Dwi memaparkan bahwa progres pembangunan Jalan Tol Palembang-Betung secara keseluruhan telah melampaui 90 persen. "Seksi 1 dan 2 ditargetkan rampung sepenuhnya pada akhir tahun ini. Jembatan Musi V memiliki total panjang struktur termasuk jalan pendekat sekitar 1,8 km, dengan bentang tengah mencapai 380 meter," jelasnya.
Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyambut antusias kehadiran infrastruktur ini. Menurutnya, Tol Palembang-Betung sepanjang 69 kilometer akan memangkas waktu tempuh dari sebelumnya tiga jam via jalan nasional menjadi hanya satu jam perjalanan.
"Saya mewakili Pemkot Palembang merasa bangga dengan kehadiran infrastruktur ini," kata Ratu Dewa. Ia menambahkan bahwa Jembatan Musi V tidak hanya mengurai kemacetan kota, tetapi juga menjadi magnet ekonomi baru bagi warga Palembang.
Pemangkasan waktu tempuh hingga 60 persen dinilai akan merevolusi jalur logistik. Distribusi bahan pangan dan komoditas dapat dilakukan lebih cepat, sehingga berdampak pada efisiensi biaya dan peningkatan daya saing daerah.
Pemerintah Kota Palembang juga menyatakan siap mendukung penuh percepatan operasional tol ini, terutama dari sisi integrasi infrastruktur kota. Kehadiran Jembatan Musi V diharapkan menjadi simbol kemajuan dan konektivitas yang menghubungkan berbagai kawasan strategis di Sumatera Selatan.