Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Kasus D4vd, Penantian Putri 14 Tahun...
BERITA

Kasus D4vd, Penantian Putri 14 Tahun dan Akhir Mengerikan

By Redaksi Kabayan News • 4 min read • 1 Agustus 2026
Ilustrasi sidang kasus musisi D4vd di pengadilan Los Angeles dengan latar belakang gedung pengadilan

Ilustrasi sidang kasus musisi D4vd di pengadilan Los Angeles dengan latar belakang gedung pengadilan

Sidang pendahuluan kasus pembunuhan yang melibatkan penyanyi pop rising D4vd, nama panggung David Anthony Burke, mengungkap fakta mengejutkan tentang hubungan terlarang dengan seorang gadis di bawah umur. Burke, 22 tahun, didakwa atas pembunuhan, pelecehan seksual anak, dan mutilasi mayat Celeste Rivas Hernandez, 14 tahun, yang jasadnya ditemukan dalam kondisi mengenaskan di dalam mobil yang terdaftar atas nama musisi tersebut pada September lalu.

Jaksa penuntut Los Angeles County mendakwa Burke telah menusuk Celeste hingga tewas dan memotong anggota tubuhnya. Tindakan keji itu diduga dilakukan untuk mencegah korban mengungkap hubungan seksual mereka yang dimulai pada November 2023, saat Burke berusia 18 tahun dan Celeste masih 13 tahun. Burke telah menyatakan tidak bersalah atas semua tuduhan.

Dalam sidang pendahuluan yang digelar pekan ini, jaksa memaparkan bukti pesan teks yang dipertukarkan kedua pihak sejak tahun 2022, ketika Celeste masih berusia 11 tahun. Isi pesan menggambarkan hubungan yang berliku, di mana Burke sesekali menebar mimpi indah tentang masa depan, seperti pindah bersama, menikah di Italia, dan memiliki anak. Namun, fakta bahwa Celeste masih di bawah umur dan telah dilaporkan hilang oleh keluarganya membayangi rencana tersebut.

Salah satu pesan yang dibacakan di pengadilan, seperti dikutip dari Courthouse News, menunjukkan Burke menulis pada Juni 2024, "aku tidak sabar untuk pindah bersama tanpa polisi yang menyebalkan sayang." Tulisan itu muncul setelah polisi mengunjungi kediamannya di West Hollywood beberapa bulan sebelumnya, menyusul ditemukannya nomor Burke di log ponsel Celeste saat pihak keluarga melaporkan kehilangan. Saat polisi memberi tahu usia sebenarnya Celeste yang saat itu 13 tahun, Burke mengaku bahwa gadis itu mengatakan padanya bahwa dia berusia 18 tahun.

Pesan lain mengindikasikan Burke berusaha merahasiakan hubungan seksual mereka. Pada Juli 2024, Celeste bertanya apakah ada yang tahu mereka telah berhubungan badan. "Tidak dan aku ingin tetap seperti itu sebelum kita menikah," balas Burke. Namun, hubungan itu bukannya tanpa masalah. Celeste mengungkapkan keinginannya untuk hubungan yang lebih serius, dengan mengatakan, "Yang kita lakukan hanyalah bercinta dan nongkrong, aku ingin lebih dari itu untuk diriku sendiri."

Drama semakin kelam ketika pada Januari 2024, Celeste hamil dan melakukan aborsi yang kemudian disesali. Dalam pesan Agustus 2024, dia menulis, "Aku tidak suka membicarakannya karena itu membuatku sangat sedih, tapi aku akan melakukan apa saja untuk mengembalikannya." Burke merespons dengan dingin, "Mari akhiri di sini. Aku tidak suka berbicara denganmu saat kamu sedih," dan menambahkan bahwa meskipun aborsi itu "menyedihkan", dia tidak "terpuruk" karenanya.

Malam sebelum pembunuhan pada April 2025, pasangan itu terlibat pertengkaran sengit melalui pesan tentang hubungan Burke dengan wanita lain. Celeste dilaporkan mengancam akan mengakhiri karier Burke. Jaksa juga memaparkan bukti tentang kesepakatan rekaman menguntungkan yang dimiliki Burke, yang mereka yakini menjadi motif untuk membungkam Celeste agar kariernya tidak hancur.

Jaksa Wilayah Los Angeles County, Nathan J Hochman, menyatakan bahwa bukti yang disajikan hanyalah sebagian kecil dari akumulasi bukti yang meyakinkan. "Ini telah menjadi mimpi buruk orang tua, mendengar detail mengerikan tentang bagaimana anak mereka dibunuh, dipotong-potong, dan dibuang seperti sampah," ujarnya dalam pernyataan resmi. Hochman juga mengungkapkan akan berunding dengan keluarga Celeste dan pengacara Burke sebelum memutuskan apakah akan menuntut hukuman mati.

Tim pembela Burke, yang di antaranya pengacara Marilyn Bednarski dan Blair Berk, mencoba meragukan kesimpulan pemeriksa medis yang menetapkan kematian Celeste sebagai pembunuhan. Bednarski mempertanyakan apakah korban mungkin memegang senjata yang menyebabkan luka tusuknya, namun dokter yang melakukan otopsi menyatakan tidak bisa memastikan hal itu dan tidak menemukan indikasi cedera diri. Pengacara lain mempertanyakan kurangnya pengujian DNA pada barang-barang lain di rumah yang dihuni banyak orang, namun jaksa menyebutkan bukti forensik menemukan darah kemungkinan berasal dari Celeste di kediaman Burke.

Burke, yang masih ditahan tanpa jaminan, akan menjalani sidang penetapan dakwaan pada 31 Agustus mendatang. Tanggal persidangan utama belum ditentukan. Kasus ini menyita perhatian publik, terutama komunitas penggemar yang sebelumnya mengikuti jejak digital Burke di platform game dan musik.

Topics
d4vd kasus pembunuhan celeste rivas hernandez sidang pengadilan los angeles musisi kriminal pelecehan anak berita as hukum
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.