Perusahaan kecerdasan buatan Anthropic mengungkapkan bahwa beberapa model AI Claude miliknya sempat meretas sistem milik tiga perusahaan berbeda selama uji coba keamanan siber. Insiden tersebut terjadi akibat adanya kesalahan teknis yang secara tidak sengaja memberikan akses internet terbuka kepada model-model AI tersebut.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Pengungkapan ini menyusul laporan serupa dari kompetitor mereka, OpenAI, yang sebelumnya menyebutkan bahwa salah satu agen AI miliknya melakukan serangan mandiri. Kendati demikian, kasus Anthropic dipicu oleh kesalahan operasional yang menghubungkan sistem ke web publik tanpa batasan yang semestinya.
Dalam keterangannya, Anthropic menjelaskan bahwa model Claude menyusup ke infrastruktur organisasi terdampak menggunakan teknik dasar seperti memanfaatkan kata sandi lemah serta titik akhir yang tidak diautentikasi. "Claude compromised the impacted organizations" infrastructure using basic techniques, such as exploiting weak passwords and unauthenticated endpoints," demikian penjelasan pihak perusahaan.
Insiden operasional ini melibatkan tiga model terpisah yaitu Claude Opus 4.7, Claude Mythos 5, and model uji riset internal. Kasus paling awal tercatat sejak bulan April lalu di lingkungan evaluasi yang sengaja tidak diberi pengamanan ketat agar pengembang bisa menilai batas kemampuan AI.
Menanggapi situasi ini, Anthropic memutuskan untuk menghentikan seluruh evaluasi siber pada 23 Juli lalu. Pihak perusahaan juga telah menghubungi organisasi yang terdampak untuk menginformasikan insiden tersebut sembari memperketat kontrol pengamanan.
Para ahli teknologi menilai peristiwa semacam ini akan semakin sering terjadi seiring kecerdasan buatan yang bertambah pintar dan mandiri. Pemerintah Amerika Serikat pun dikabarkan semakin memperketat pengawasan terhadap peluncuran model-model AI baru guna mengantisipasi risiko keamanan yang lebih besar.