Gelombang kekayaan baru dari Silicon Valley diprediksi meledak dalam waktu dekat. Dua raksasa kecerdasan buatan, OpenAI dan Anthropic, disebut-sebut akan melantai di bursa saham dan menciptakan ratusan miliarder baru yang siap berdonasi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Ryan Carrier, pendiri ForHumanity, adalah salah satu dari sekian banyak pemimpin lembaga nirlaba yang memasang target besar. Organisasinya yang bergerak di bidang audit sistem AI itu kini bersaing dengan ribuan lembaga lain untuk menarik perhatian para calon dermawan kaya raya.
Anthropic sendiri diproyeksikan bakal melantai pada September mendatang. Seorang insider industri memperkirakan IPO tersebut bisa menghasilkan tambahan donasi filantropi hingga 15 miliar dolar AS per tahun. Jumlah itu setara dengan 2,5 persen total donasi tahunan di Amerika Serikat atau setara dengan empat Bill Gates.
Yang menarik, para pendiri Anthropic telah berkomitmen menyumbangkan 80 persen kekayaan mereka. Perusahaan juga memberikan insentif dengan menyumbangkan saham tambahan bagi setiap karyawan yang berdonasi. Namun, Anthropic enggan mengomentari total dana yang telah disiapkan karyawannya untuk amal.
Persaingan memperebutkan donasi pun sudah terasa panas. Jack Lewars, konsultan filantropi, mengungkapkan bahwa karyawan di laboratorium AI menerima hingga 20 email tak diundang per minggu dari berbagai lembaga yang meminta donasi. Lewars menilai strategi "cold pitch" semacam itu hampir tidak pernah berhasil.
Lembaga nirlaba pun tak tinggal diam. Mereka mulai memperkuat rekrutmen, pelatihan, pemasaran, dan otomatisasi untuk memposisikan diri. Bahkan, ada satu lembaga pendidikan yang secara spesifik mencantumkan upaya membangun hubungan dengan Anthropic sebagai prioritas dalam lowongan kerja mereka.
Christine Peterson dari Foresight Institute menyebut semua orang akan mengejar dana ini dan ini akan menjadi perjalanan yang liar. Sementara itu, Bo Young Lee dari AI4ALL mengaku menetapkan target penggalangan dana yang ambisius dan mulai memanfaatkan jaringan dewan penasihatnya, termasuk ilmuwan AI Fei-Fei Li, untuk terhubung dengan karyawan laboratorium AI.
Namun, semua rencana besar ini masih penuh ketidakpastian. IPO bisa tertunda atau berjalan buruk, membuat karyawan memilih menyimpan kekayaannya. Kendati demikian, Ryan Carrier dari ForHumanity sudah mulai memikirkan cara agar bisa masuk ke pesta-pesta IPO di San Francisco. "Saya harus ada di ruangan itu," ujarnya.