Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence secara global kini bergerak dengan kecepatan yang luar biasa. Berbagai model bahasa berskala besar terus bermunculan setiap pekannya dengan klaim performa yang kian canggih, memicu perlombaan ketat antarnegara.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Kendati demikian, tingginya angka benchmark sebuah model belum tentu berbanding lurus dengan nilai guna bagi masyarakat maupun pelaku bisnis. Hal tersebut mengemuka dalam diskusi panel di ajang Indonesia-Swiss Business Forum Series 2026 yang menyoroti pentingnya arah strategis pengembangan teknologi.
"Kecerdasan model dan keandalan sistem adalah dua hal yang sangat berbeda dan tidak dapat menilai menggunakan indikator penilaian yang sama," ujar Pandu Wisaksono Sastrowardoyo selaku Director Blocksphere Teknoniaga Indonesia dalam forum tersebut.
Para pakar sepakat bahwa Indonesia tidak boleh sekadar puas menjadi pasar pengguna teknologi luar negeri. Pembangunan kapasitas nasional yang mencakup infrastruktur, talenta digital, hingga dukungan regulasi menjadi kunci utama untuk merajut kemandirian teknologi di tanah air.
Langkah strategis dapat dimulai lewat pemanfaatan Small Language Model yang dirancang khusus menyesuaikan kebutuhan spesifik sektor industri lokal. Dengan komitmen politik serta sokongan dana yang tepat, Indonesia diyakini mampu mengejar ketertinggalan dan berdaulat secara digital.