Produsen kendaraan listrik asal Amerika Serikat, Rivian, mencatatkan kinerja keuangan kuartal kedua yang berhasil melampaui ekspektasi para analis di Wall Street. Perusahaan mobil listrik ini bahkan menaikkan sejumlah proyeksi keuangan tahunannya menyusul mulusnya distribusi lini SUV midsize andalan mereka, R2, ke tangan para pelanggan.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Berdasarkan laporan finansial perusahaan, Rivian membukukan pendapatan sebesar USD1,66 miliar pada kuartal tersebut, mengalahkan konsensus pasar yang berada di kisaran USD1,52 miliar. Angka ini menunjukkan pertumbuhan signifikan sebesar 27 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Selain itu, perusahaan juga melaporkan perolehan laba kotor konsolidasi sebesar USD179 juta serta kerugian bersih yang jauh lebih sempit dari perkiraan. Perkembangan positif ini memberikan ruang bagi manajemen untuk menyesuaikan proyeksi rugi EBITDA tahunan menjadi lebih baik sekaligus memangkas estimasi belanja modal.
CEO sekaligus pendiri Rivian, RJ Scaringe, mengungkapkan kegembiraannya atas antusiasme pasar yang luar biasa terhadap produk terbarunya. Menurutnya, tingkat konversi pemesanan untuk varian peluncuran R2 jauh melampaui perhitungan internal perusahaan.
"Angka konversi yang kami catat jauh lebih tinggi dari ekspektasi internal kami sendiri, dan ini tentu sangat fantastis," ujar Scaringe. Ia menambahkan bahwa timnya kini semakin optimis menyambut kehadiran varian trim dasar dan menengah yang akan segera menyusul dalam bauran penjualan.
Kendati demikian, manajemen tetap mewaspadai sejumlah tantangan eksternal yang masih menjadi perhatian utama, seperti masalah rantai pasok global, kebijakan perdagangan internasional, hingga ketersediaan komponen semikonduktor di pasar. Di sisi lain, posisi kas perusahaan terpantau sangat kokoh dengan ketersediaan likuiditas yang mencapai sekitar USD5,3 miliar guna mendukung ekspansi pabrik baru dan percepatan produksi R2.