Pasar keuangan global dihebohkan dengan pencapaian fantastis dari raksasa teknologi Microsoft. Saham perusahaan dengan kode emiten MSFT tersebut meroket tajam hingga lebih dari 15 persen dalam satu hari perdagangan tunggal, menciptakan rekor kenaikan nilai pasar terbesar sepanjang sejarah bursa saham.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Lonjakan masif ini terjadi setelah Microsoft merilis laporan keuangan kuartal keempat (Q4) yang sukses melampaui ekspektasi para analis Wall Street. Sebelumnya, pergerakan saham perusahaan sempat tertinggal akibat kekhawatiran investor mengenai besarnya pengeluaran di sektor kecerdasan buatan atau AI serta lambatnya pengembalian modal.
Namun, keraguan tersebut terjawab tuntas lewat laporan kinerja dan proyeksi masa depan yang disampaikan manajemen. Pertumbuhan layanan komputasi awan Azure dilaporkan melonjak hingga 43 persen dan diproyeksikan terus meningkat pada kuartal berikutnya, sementara total pendapatan tahunan Azure sukses menembus angka USD 100 miliar untuk pertama kalinya.
Selain itu, adopsi teknologi seperti Microsoft 365 Copilot menunjukkan tren positif dengan jumlah pengguna yang melampaui 30 juta kursi. Secara keseluruhan, Microsoft membukukan laba per saham sebesar USD 4,74 dari total pendapatan mencapai USD 90 miliar, jauh melampaui estimasi pasar yang sebelumnya berada di kisaran USD 4,25 per saham dengan pendapatan USD 87,7 miliar.
Kinerja impresif ini juga didorong oleh kekuatan berbagai lini bisnis utama perusahaan, mulai dari segmen Intelligent Cloud hingga divisi komputasi personal yang mencakup penjualan sistem operasi Windows. Dengan sisa kewajiban kontrak yang mencapai USD 678 miliar, Microsoft membuktikan posisinya tetap kokoh sebagai pemimpin pasar di industri teknologi global.