Kabayan News Kabayan News
/home / ekonomi / AS dan China Bahas Dagang, Siapkan...
EKONOMI

AS dan China Bahas Dagang, Siapkan Kunjungan Xi Jinping

By Dewi Lestari • 1 min read • 31 Juli 2026
Ilustrasi bendera Amerika Serikat dan China dalam pembahasan perdagangan bilateral

Ilustrasi bendera Amerika Serikat dan China dalam pembahasan perdagangan bilateral

Ketegangan ekonomi antara Amerika Serikat dan China menunjukkan dinamika baru setelah pejabat tinggi kedua negara menggelar pembicaraan penting. Pertemuan virtual lewat sambungan telepon ini dilakukan guna mematangkan berbagai agenda strategis menjelang lawatan Presiden China Xi Jinping ke Negeri Paman Sam.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengungkapkan bahwa dirinya telah berdialog secara langsung dengan Wakil Perdana Menteri China He Lifeng pada Kamis. Dalam perbincangan tersebut, kedua belah pihak secara khusus membahas sejumlah titik gesekan ekonomi yang selama ini menjadi ganjalan dalam hubungan bilateral.

Bessent secara tegas mendesak pihak Beijing agar menepati seluruh janji dagang yang telah disepakati sebelumnya. Penekanan utama diarahkan pada komitmen pengiriman logam tanah jarang serta penyerapan produk-produk sektor pertanian asal Amerika Serikat.

"Saya menegaskan bahwa kami mengharapkan Beijing memenuhi sepenuhnya komitmennya terkait logam tanah jarang dan produk pertanian AS," ujar Bessent dalam keterangan resminya melalui akun media sosial X.

Selain persoalan komoditas strategis, kedua pejabat tinggi ini turut mengevaluasi efektivitas penerapan Trade and Investment Boards. Mekanisme tersebut diharapkan mampu mengawal progres nyata demi mewujudkan tatanan ekonomi yang adil, seimbang, serta konstruktif bagi kedua negara adidaya.

Topics
amerika serikat china xi jinping scott bessent he lifeng perdagangan internasional tanah jarang ekonomi global
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.