Jaringan restoran cepat saji asal Amerika Serikat, Jersey Mike's, harus menghadapi kenyataan pahit pada hari pertama melantai di bursa. Saham emiten berkode JMKE tersebut langsung melemah 5,7 persen dari harga penawaran umum perdana atau initial public offering yang dipatok sebesar USD23 per saham.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Dalam debutnya di New York Stock Exchange, perusahaan yang didukung oleh raksasa investasi Blackstone serta Abu Dhabi Investment Authority ini melepas lebih dari 43 juta lembar saham. Meskipun harga pembukaannya sempat terkoreksi ke posisi USD21 per saham, aksi korporasi ini tetap sukses mengumpulkan dana segar hingga USD913 juta atau setara dengan kisaran Rp15 triliun dan mendongkrak valuasi perusahaan hingga menyentuh angka USD7,3 miliar.
Langkah strategis menuju pasar modal ini merupakan babak baru bagi perusahaan setelah Blackstone resmi mengakuisisi mayoritas sahamnya pada akhir tahun 2024 lalu. Manajemen kemudian menunjuk Charlie Morrison, seorang veteran di industri makanan cepat saji yang juga mantan CEO Wingstop, untuk memimpin roda ekspansi bisnis perusahaan.
Di balik koreksi harga saham perdananya, performa bisnis operasional Jersey Mike's sebenarnya tercatat sangat solid dan terus mencetak pertumbuhan positif. Berdasarkan dokumen regulasi perusahaan, penjualan dari restoran yang sama atau same-store sales melonjak hingga 50 persen dalam kurun waktu antara 2020 hingga 2025.
Bahkan, total penjualan secara keseluruhan atau systemwide sales pada tahun 2025 lalu berhasil melompat 13 persen secara tahunan hingga menembus angka USD4,3 miliar. Catatan impresif ini sekaligus melanjutkan tren pertumbuhan positif selama hampir dua dekade berturut-turut bagi jaringan restoran sub ini.
Dengan dukungan model bisnis waralaba yang mencakup 99 persen dari total gerainya, ekspansi penambahan outlet baru terus digenjot secara agresif. Saat ini, tercatat sudah ada sekitar 3.300 gerai Jersey Mike's yang beroperasi di seluruh negara bagian Amerika Serikat.
Melihat potensi pasar yang masih terbuka sangat lebar, manajemen mematok target ambisius untuk membuka tambahan 7.500 gerai baru di dalam negeri dalam jangka panjang. Ekspansi global pun tidak luput dari bidikan perusahaan setelah mengamankan kesepakatan pembukaan ratusan gerai di Kanada, Inggris, serta Irlandia, dengan target ambisius mencapai total 15.000 gerai di seluruh dunia.