Giovanni Carnevali melontarkan kritik tajam terhadap kebijakan kepengurusan Federasi Sepak Bola Italia atau FIGC di bawah pimpinan Giovanni Malago. Sorotan utama diarahkan pada proses penunjukan manajer baru Timnas Italia yang dinilainya kurang ideal karena mengabaikan aspek kompetensi profesional.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Dalam sebuah acara yang diinisiasi oleh La Stampa, eks petinggi Sassuolo tersebut blak-blakan menyayangkan langkah yang diambil oleh pucuk pimpinan FIGC. Menurutnya, pemangku kebijakan seharusnya membangun struktur organisasi layaknya sebuah klub sepak bola modern yang dilengkapi direktur teknik serta direktur olahraga berpengalaman.
"Meskipun menjadi figur besar di dunia olahraga, menurut pandangan saya presiden FIGC yang baru bisa bergerak lebih baik lagi. Kami sempat meminta agar federasi dibangun seperti klub sepak bola, lengkap dengan direktur teknik dan olahraga. Kita harus memulai kembali dari fondasi, pemain muda, dan para pendidik dengan proyek olahraga yang jelas," ungkap Carnevali.
Tidak hanya itu, Carnevali juga membeberkan bahwa pihak Serie A sebenarnya sempat menawarkan dukungan finansial guna mendatangkan pelatih berkualitas tinggi yang merujuk pada sosok Antonio Conte. Namun, tawaran strategis tersebut tampaknya tidak berbuah manis seperti yang diharapkan oleh klub-klub peserta Liga Italia.
"Sebagai pihak Serie A, kami sempat mengusulkan untuk melakukan investasi besar demi mencari pelatih berkualitas. Anda seharusnya tidak membawa masuk teman-teman terdekat, melainkan orang-orang yang benar-benar kompeten di bidangnya," tegasnya menambahkan.
Dalam kesempatan yang sama, ia turut menyampaikan simpati mendalam kepada Andrea Pirlo yang sempat digadang-gadang menjadi kandidat terkuat sebelum akhirnya tersingkir dari bursa pelatih. Ia menilai serangan kritik yang sempat dialamatkan kepada Pirlo terlalu berlebihan meski persiapan matang seharusnya dipikirkan sejak awal.
Selain menyoroti kemelut di tubuh sepak bola nasional Italia, kritik pedas Carnevali turut melebar hingga ranah global dengan menyasar kebijakan FIFA. Ia menyatakan sikap tegas bergabung dengan puluhan federasi Eropa lainnya yang menentang berbagai arah kebijakan kontroversial di bawah kepemimpinan Gianni Infantino.