Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Kisah Tragis Pesepeda Bob...
BERITA

Kisah Tragis Pesepeda Bob Montgomery, Meninggal Usai Gapai Misi Amal

By Dewi Lestari • 2 min read • 4 Agustus 2026
Pesepeda amal Bob Montgomery saat merampungkan perjalanan di Australia

Pesepeda amal Bob Montgomery saat merampungkan perjalanan di Australia

Pesepeda amal berusia 82 tahun Bob Montgomery meninggal dunia tepat sehari setelah merampungkan misi bersepeda sejauh 5.200 kilometer melintasi Australia demi menggalang dana sosial.

Perjalanan luar biasa bertajuk One Last Ride tersebut ditempuh Montgomery bersama sang cucu berusia 18 tahun, Tom Malcom, dari Broome di Australia Barat menuju kota asal mereka di Bowral.

Berdasarkan pengamatan redaksi Kabayan News, aksi heroik ini memakan waktu selama enam minggu penuh dan sukses mengumpulkan donasi bagi organisasi Motor Neurone Disease New South Wales.

Keluarga mengungkapkan bahwa kepergian sosok inspiratif tersebut terjadi secara mendadak namun dalam keadaan tenang di kediamannya.

"Fittingly, and now poignantly, the ride was named One Last Ride," tulis pihak keluarga melalui unggahan media sosial mengenang dedikasi almarhum.

Sebelum berpulang, Montgomery sempat membagikan kisah inspiratifnya kepada publik serta menceritakan rasa haru atas sambutan hangat keluarga dan kerabat di garis akhir.

Istri almarhum, Jen Montgomery, menyatakan suaminya sempat menikmati momen kebersamaan dikelilingi orang terdekat serta mendapatkan apresiasi layak atas kerja keras selama ini.

Total donasi berhasil terkumpul mencapai 104.965 dolar Australia dari aksi tersebut, menambah catatan panjang rekor penggalangan dana kemanusiaan yang konsisten ia lakukan sejak lama.

Topics
bob montgomery australia amal pesepeda kemanusiaan motor neurone disease bowral berita internasional
Koresponden Internasional & Analis Global

Dewi membawa perspektif global untuk pembaca Kabayan News. Dengan pengalaman tinggal di Amerika Serikat, Inggris, dan Singapura, ia memahami dinamika geopolitik dan ekonomi dunia. Kini berbasis di Jakarta, ia meliput bagaimana isu global berdampak pada Indonesia, dengan fokus pada hubungan internasional, perdagangan global, dan isu-isu kemanusiaan.