Koalisi pemerintahan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim kembali menghadapi ujian berat setelah mengalami kekalahan signifikan dalam pemilihan negara bagian penting. Hasil pemilihan di Negeri Sembilan menunjukkan kemunduran tajam bagi kubu Pakatan Harapan yang sebelumnya sempat mendominasi wilayah tersebut sejak tahun 2018.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Dalam pemungutan suara yang mencatatkan tingkat partisipasi pemilih sekitar 73 persen tersebut, koalisi Pakatan Harapan hanya mampu mengamankan 11 dari total 36 kursi yang diperebutkan. Angka ini mengalami penurunan drastis dibandingkan perolehan sebelumnya yang mencapai 17 kursi, bahkan menyebabkan seorang menteri transportasi Malaysia harus kehilangan posisinya di majelis negara bagian.
Sementara itu, kubu oposisi dan para sekutunya yang tergabung dalam aliansi politik lain berhasil mendulang kemenangan mutlak dengan menguasai 25 kursi gabungan. Keunggulan suara tersebut memastikan mereka siap membentuk pemerintahan negara bagian baru dengan mayoritas super di wilayah strategis tersebut.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi kepemimpinan Anwar Ibrahim dan koalisinya yang berharap momentum pemilihan dapat memperbaiki tren politik mereka. Sebelumnya, Pakatan Harapan juga mencatatkan hasil kurang memuaskan dengan hanya meraih satu kursi di Sabah serta kehilangan kursi penting di Johor, yang kian memperketat peta kekuatan politik nasional menjelang pemilu berikutnya.