Eks pentolan band legendaris Pink Floyd, Roger Waters, kembali mencuri perhatian publik internasional lewat proyek musik terbarunya. Bersama penyanyi asal Palestina, Mona Miari, ia merilis versi aransemen ulang atau reimagined dari lagu klasik berjudul Comfortably Numb.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Lagu yang awalnya dirilis pada tahun 1979 melalui album legendaris The Wall kini disulap menjadi sebuah tribut berdurasi sembilan menit penuh emosi. Aransemen baru ini memadukan lirik berbahasa Inggris dan Arab, serta video musik yang menampilkan rekaman visual langsung dari Gaza.
Salah satu perubahan paling mencolok terdapat pada bagian lirik reffrein. Jika lirik aslinya berbunyi "I have become comfortably numb", kini Waters dan Miari mengubahnya menjadi "I will never become comfortably numb" sebagai simbol perlawanan.
Proyek ini juga menghadirkan bagian baru ciptaan Mona Miari yang diberi judul Hind's Lullaby. Bagian tersebut terinspirasi dari kisah tragis Hind Rajab, seorang anak perempuan Palestina berusia enam tahun yang tewas bersama keluarganya di Gaza pada awal tahun 2024.
Melalui wawancara media, Waters mengungkapkan harapannya agar karya tersebut dapat dilihat sebagai sesuatu yang visioner di masa depan. "Saya berharap orang-orang mendengarnya dan menyadari bahwa ini adalah sebuah keniscayaan, lagu ini berada di sisi sejarah yang benar," ujarnya.
Sementara itu, Mona Miari juga menyampaikan harapannya agar pendengar di masa depan dapat merasakan situasi Palestina yang merdeka. "Saya harap siapapun yang mendengarkannya kelak dapat mengenangnya sebagai bentuk kejujuran dan ketulusan atas apa yang terjadi," ungkapnya.