Kementerian Keuangan Amerika Serikat resmi memperkenalkan desain koin peringatan senilai 1 dolar AS berwarna keemasan yang menampilkan wajah Presiden Donald Trump. Langkah ini dilakukan dalam rangka menyambut ulang tahun ke-250 Amerika Serikat. Trump menjadi presiden kedua dalam sejarah AS yang wajahnya diabadikan pada koin resmi saat masih menjabat, setelah Calvin Coolidge pada tahun 1926.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Satu sisi koin menampilkan gambar burung elang dari lambang resmi AS, sementara sisi lainnya memperlihatkan wajah Trump tampak dekat dengan setelan jas, dasi, dan ekspresi serius, dikelilingi tulisan "Liberty" dan "1776-2026". Trump menyambut baik pembuatan koin tersebut saat diwawancarai media. "Ini sangat bagus, mereka memberi saya sebuah koin. Hal ini sangat tidak biasa, sejauh yang saya tahu," ujar Trump.
Meskipun koin tersebut direncanakan diproduksi oleh U.S. Mint di Philadelphia dan dijual pada musim gugur mendatang, para ahli hukum menilai penerbitannya berpotensi melanggar hukum federal. Jeremy Paul, profesor dan mantan dekan di Northeastern University School of Law, menegaskan bahwa aturan di Amerika Serikat melarang penggunaan gambar orang yang masih hidup pada mata uang resmi.
"Hukum yang berlaku saat ini melarang pencantuman gambar siapa pun yang masih hidup pada mata uang, tidak hanya presiden. Terlepas dari penafsiran cermat atas UU ini, rencana yang dirancang presiden dan Menteri Keuangan Scott Bessent tidak sejalan dengan prinsip negara kita dan mempolitisasi sesuatu yang seharusnya netral," kata Jeremy Paul.
Menteri Keuangan Scott Bessent membela legalitas koin tersebut dengan mengklaim adanya celah hukum dari undang-undang tahun 2020 yang mengizinkan penerbitan koin khusus peringatan 250 tahun AS. Namun, kritikan juga datang dari anggota Kongres AS yang menyayangkan prioritas Treasury Department, terutama setelah proyek penerbitan uang kertas 20 dolar berwajah pejuang hak asasi Harriet Tubman dipastikan batal berjalan.
Mantan pengacara etika Gedung Putih era George W. Bush, Richard Painter, menilai praktik menempatkan kepala negara yang masih menjabat pada mata uang lebih identik dengan sistem monarki dan rezim otoriter. "Salah satu alasan Kongres melarang hal ini adalah karena kita tidak ingin presiden bertindak seperti seorang raja. Koin ini sepenuhnya dibuat untuk memenuhi ego Donald Trump," tutur Richard Painter.