Di Inggris Raya, layanan medis darurat atau emergency medical services (EMS) menjadi garda terdepan dalam penanganan pasien dengan penyakit akut atau cedera. Layanan ini sebagian besar disediakan secara gratis di titik penggunaan oleh empat National Health Services (NHS) yang mencakup Inggris, Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara. Masyarakat dapat mengakses layanan ini melalui nomor telepon darurat 999 atau 112.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Sistem ambulans di Inggris memiliki sejarah panjang yang terus berevolusi. Sebelum tahun 1946, tanggung jawab penyediaan ambulans berada di tangan otoritas lokal. Namun, National Health Service Act 1946 memberikan kewajiban statutori kepada dewan kabupaten dan kota untuk menyediakan layanan ambulans darurat. Pada 1974, melalui National Health Service Reorganisation Act, 142 layanan ambulans yang ada dialihkan dari pemerintah lokal ke kendali pemerintah pusat dan dikonsolidasikan menjadi 53 layanan di bawah otoritas kesehatan regional.
Reformasi besar terjadi pada tahun 2005 ketika laporan "Taking healthcare to the Patient" dari Peter Bradley mengarah pada penggabungan 31 trust ambulans NHS di Inggris menjadi 13 organisasi. Kini, setelah berbagai perubahan, terdapat 10 trust ambulans NHS di Inggris, plus satu layanan di Isle of Wight, serta satu organisasi masing-masing di Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara. Secara total, ada 14 organisasi NHS yang bertanggung jawab atas layanan ambulans di seluruh Inggris Raya.
Setiap organisasi ambulans di Inggris memiliki wilayah tanggung jawab geografis tertentu. Di Inggris, sepuluh trust tersebut meliputi East Midlands Ambulance Service, East of England Ambulance Service, London Ambulance Service, North East Ambulance Service, North West Ambulance Service, South Central Ambulance Service, South East Coast Ambulance Service, South Western Ambulance Service, West Midlands Ambulance Service, dan Yorkshire Ambulance Service. Semuanya tergabung dalam Association of Ambulance Chief Executives (AACE).
Skotlandia memiliki Scottish Ambulance Service yang merupakan Badan Kesehatan Khusus yang menyediakan layanan ambulans di seluruh wilayah Skotlandia. Layanan ini unik karena merupakan satu-satunya di Inggris Raya yang memiliki layanan ambulans udara yang didanai publik, dengan dua helikopter Airbus H145 dan dua pesawat Beechcraft B200C King Air. Sementara itu, Wales memiliki Welsh Ambulance Service NHS Trust yang melayani 2,9 juta penduduk, dan Irlandia Utara dilayani oleh Northern Ireland Ambulance Service yang didirikan pada 1995.
Layanan ambulans di Inggris menerima jutaan panggilan setiap tahunnya. Pada 2022/23, terdapat lebih dari 11 juta panggilan ke ambulans di seluruh Inggris, meningkat tajam dari 4,8 juta pada 2000/01. Untuk merespons panggilan tersebut, sistem menggunakan Ambulance Response Programme yang mengkategorikan panggilan menjadi empat kategori berdasarkan tingkat keparahan, mulai dari kondisi yang mengancam jiwa hingga kondisi yang tidak darurat.
Tenaga medis di layanan ambulans terdiri dari berbagai tingkatan. Mulai dari Emergency Care Support Worker yang bertugas mengemudi dan memberikan pertolongan pertama, hingga Paramedis yang memiliki kewenangan praktik mandiri termasuk pemasangan jalur intravena. Paramedis di Inggris biasanya bergaji antara £26.000 hingga £35.000 per tahun dan berada pada band 5 atau 6 dalam skala Agenda for Change. Ada pula Advanced Paramedic yang memiliki gelar MSc dan dapat meresepkan obat serta melakukan intervensi bedah.
Selain tenaga NHS, terdapat pula sukarelawan yang berkontribusi besar. Community First Responders (CFR) adalah anggota masyarakat yang dilatih untuk merespons panggilan 999 di daerah mereka sendiri. British Association for Immediate Care (BASICS) juga mengoordinasikan dokter, perawat, dan paramedis sukarelawan yang membantu di lokasi kecelakaan serius. Bahkan, petugas pemadam kebakaran di daerah pedesaan juga dilatih dalam CPR dan penggunaan defibrillator untuk membantu sebelum ambulans tiba.
Di sektor swasta, terdapat lebih dari 200 penyedia ambulans swasta yang terdaftar di Care Quality Commission (CQC). Pengeluaran untuk ambulans swasta di Inggris meningkat dari £37 juta pada 2011/12 menjadi £67,5 juta pada 2013/14. Namun, penggunaan kontraktor swasta untuk layanan garis depan ini menjadi kontroversial secara politik. Pada 2017, CQC memperingatkan bahwa mereka menemukan "masalah dengan keselamatan" dalam inspeksi terhadap penyedia ambulans independen.
Ambulans udara di Inggris Raya sebagian besar didanai oleh badan amal, kecuali di Skotlandia yang didanai publik. Wales Air Ambulance dan Children's Wales Air Ambulance bekerja sama dengan Emergency Medical Retrieval and Transfer Service (EMRTS Cymru) yang didanai penuh oleh Pemerintah Wales. Sementara itu, Hatzalah memberikan layanan medis darurat khusus untuk komunitas Yahudi ortodoks di beberapa kota.
Kinerja layanan ambulans di Inggris terus menjadi perhatian. Pada Maret 2022, rata-rata waktu tunggu untuk pasien stroke dan serangan jantung mencapai dua jam di beberapa wilayah, jauh dari target nasional 18 menit. Asosiasi Kepala Eksekutif Ambulans memperkirakan lebih dari 3.000 pasien mungkin menderita "cedera parah" akibat penundaan ambulans pada Februari 2022. Jumlah pasien yang menunggu lebih dari satu jam di ambulans sebelum dirawat di rumah sakit juga meningkat dua kali lipat dalam dua tahun.
Semua layanan ambulans di Inggris diatur oleh CQC di Inggris, dengan standar kualitas yang ketat. Best practice guidance diterbitkan oleh Joint Royal Colleges Ambulance Liaison Committee (JRCALC) dan sebagian besar penyedia mengikuti panduan tersebut. Meski menghadapi tantangan, sistem layanan medis darurat di Inggris tetap menjadi salah satu yang paling komprehensif di dunia, menyediakan akses gratis ke perawatan darurat bagi semua orang yang membutuhkan.