Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Mengenal Transportasi Manchester,...
BERITA

Mengenal Transportasi Manchester, dari Metrolink hingga Bee Network

By Redaksi Kabayan News • 6 min read • 31 Juli 2026
Trem Manchester Metrolink melintas di pusat kota dengan latar belakang gedung-gedung modern dan logo Bee Network

Trem Manchester Metrolink melintas di pusat kota dengan latar belakang gedung-gedung modern dan logo Bee Network

Greater Manchester, kawasan metropolitan terpadat di luar Inggris Tenggara, mengandalkan jaringan transportasi yang masif untuk melayani 2,8 juta penduduknya. Pada 2014, tercatat sekitar 301 juta perjalanan penumpang per tahun menggunakan bus, pesawat, kereta, atau trem, menjadikan kawasan ini sebagai pusat mobilitas nasional yang krusial.

Kini, Greater Manchester tengah mengalami revolusi transportasi melalui Bee Network, sebuah entitas terpusat yang menyatukan trem, bus, dan kelak kereta dalam satu sistem terintegrasi. Dikendalikan oleh Greater Manchester Combined Authority melalui Transport for Greater Manchester, jaringan ini menghadirkan pembatasan tarif, perlindungan rute, serta investasi besar-besaran untuk armada bus listrik murni.

Salah satu ikon transportasi di kota ini adalah Manchester Metrolink yang menjadi sistem trem perkotaan pertama yang dihadirkan kembali di Inggris setelah dibuka pada 1992. Kini, dengan 99 halte hingga Januari 2022, Metrolink menjadi jaringan trem terbesar di Britania Raya, melampaui Tyne & Wear Metro. Lintasan terbaru ke Trafford Centre resmi beroperasi pada Maret 2020.

Di sektor udara, Manchester Airport atau yang dulu bernama Ringway Airport adalah bandara tersibuk ketiga di Inggris setelah Heathrow dan Gatwick. Dengan lebih dari 200 destinasi, bandara ini melayani lebih banyak rute internasional dibanding bandara lain di Inggris dan menjadi hub penerbangan bagi seluruh Inggris Utara, Wales Utara, dan sebagian Midlands.

Bandara ini melayani rute non-stop ke berbagai kota besar dunia, termasuk New York, Atlanta, Boston, Chicago, Houston, Las Vegas, Los Angeles, Miami, Orlando, Philadelphia, Washington DC, serta Calgary, Toronto, Vancouver, dan Barbados di Amerika Utara. Di Asia dan Timur Tengah, destinasi seperti Abu Dhabi, Beijing, Doha, Dubai, Hong Kong, Islamabad, Karachi, Lahore, dan Singapura juga tersedia.

Untuk angkutan darat, Manchester justru merupakan kota dengan ketergantungan mobil terendah di Inggris, dengan hanya 243 mobil per 1.000 penduduk. Namun, kepadatan kawasan membuatnya tetap masuk daftar kota termacet di Eropa. Pada 2014, Manchester dinobatkan sebagai kota termacet di Inggris di luar London. Untuk mengatasi polusi, otoritas setempat merencanakan Clean Air Zone di seluruh wilayah Greater Manchester tanpa membebankan biaya kepada pengendara.

Sistem jalan tol di Manchester juga istimewa. M60 menjadi jalur lingkar orbital yang membelah kawasan perkotaan, berbeda dengan M25 London yang melingkari pinggiran. Ruas antara junction 16 dan 17 merupakan jalan tersibuk kedua di Inggris setelah M25 di sekitar Heathrow. Ramp metering pun diterapkan di berbagai persimpangan untuk memangkas antrean kendaraan.

Bagi pengguna sepeda, Transport for Greater Manchester telah menghadirkan jalur bebas kendaraan bermotor di dalam lingkar M60 sebagai bagian dari Bee Network. Rute National Cycle Network seperti 6, 55, 60, 62, dan 66 juga melintasi pusat kota, didukung skema berbagi sepeda Mobike yang diluncurkan pada 2017.

Dalam sejarah perkeretaapian, Manchester adalah tempat kelahiran perjalanan penumpang kereta api melalui Liverpool and Manchester Railway yang dibuka pada 1830. Kini, stasiun Piccadilly menjadi stasiun kereta tersibuk di Inggris di luar London pada 2005-2006. Jumlah pengguna kereta di Greater Manchester hampir berlipat ganda antara 2001 dan 2011, dan diprediksi naik 54% lagi hingga 2020.

Stasiun Victoria dan Piccadilly kini terhubung oleh jalur trem Metrolink dan Ordsall Chord yang dibuka 2017. Proyek Northern Hub senilai 560 juta poundsterling diusulkan Network Rail pada 2010 untuk mengatasi kemacetan jalur kereta di utara Inggris, dengan tambahan dua peron tembus yang direncanakan untuk menampung hingga 700 kereta tambahan per hari dan ruang bagi 44 juta penumpang tahunan.

Jaringan bus di Manchester juga tak kalah luas dengan 577 rute pada 2025, termasuk layanan bus malam paling ekstensif di luar London. Manchester menjadi kota pertama di luar London yang mengembalikan kendali bus ke publik setelah deregulasi 1986, dengan Bee Network menghadirkan sistem tiket terintegrasi dan kendaraan baru secara bertahap.

Tidak hanya darat dan udara, Manchester juga memiliki warisan kanal industri yang kini beralih fungsi untuk rekreasi. Manchester Ship Canal yang dibuka 1894 adalah kanal navigasi kapal terbesar di dunia pada zamannya. Kini, kanal tersebut kembali dimanfaatkan untuk angkutan barang dan rekreasi, meski layanan Manchester Water Taxis yang sempat beroperasi dari Trafford Centre ke pusat kota harus berakhir pada Juni 2018 karena kurangnya fasilitas dermaga yang memadai.

Rata-rata waktu perjalanan dengan transportasi umum di Manchester mencapai 89 menit per hari kerja, dengan 31 persen pengguna menghabiskan lebih dari dua jam setiap hari. Waktu tunggu rata-rata di halte atau stasiun adalah 18 menit, sementara jarak tempuh rata-rata sekali perjalanan mencapai 7,2 kilometer. Sistem tiket terpadu System One tersedia dengan pilihan harian, mingguan, bulanan, atau tahunan untuk bus, trem, dan kereta.

Topics
transportasi manchester greater manchester metrolink bee network manchester airport kereta api bus trem inggris transportasi umum
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.