Stade Chaban-Delmas bukan sekadar stadion biasa, melainkan monumen hidup sejarah olahraga Prancis. Terletak di kota Bordeaux, stadion ini telah menjadi saksi bisu berbagai momen bersejarah, mulai dari gelaran Piala Dunia hingga final Top 14 rugbi.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Awalnya dibangun pada tahun 1924 sebagai sirkuit balap sepeda, stadion ini kemudian direnovasi total pada 1935 untuk menyambut Piala Dunia 1938. Proses pembangunan ulang ini digarap oleh arsitek Jacques d'Welles dan Raoul Jourde dengan gaya Art Deco yang megah.
Keunikan utama stadion ini terletak pada desain atapnya. Stade Chaban-Delmas menjadi stadion pertama di dunia yang memiliki atap menutupi seluruh tribun tanpa satu pun tiang penyangga yang menghalangi pandangan penonton ke lapangan. Inovasi ini menjadi tonggak penting dalam arsitektur stadion modern.
Stadion ini sempat bernama Stade du Parc Lescure hingga tahun 2001. Nama itu diambil dari lahan kosong tempat stadion dibangun. Kini, namanya diabadikan untuk menghormati Jacques Chaban-Delmas, seorang pejuang Perlawanan Prancis sekaligus walikota Bordeaux selama hampir setengah abad dari 1947 hingga 1995.
Kapasitas stadion saat ini mencapai 34.462 kursi setelah melalui serangkaian ekspansi, terutama untuk Piala Dunia 1998. Namun rekor penonton justru tercatat pada 24 April 1985, saat 40.211 orang memadati stadion untuk menyaksikan laga antara Girondins de Bordeaux melawan Juventus.
Fakta unik lainnya, terowongan yang menghubungkan ruang ganti pemain menuju lapangan merupakan yang terpanjang di Eropa, dengan panjang mencapai hampir 120 meter. Fasilitas ini menjadi ciri khas yang membedakan Stade Chaban-Delmas dari stadion-stadion lain di benua biru.
Stade Chaban-Delmas menjadi tuan rumah sejumlah pertandingan bergengsi sepanjang sejarahnya. Pada Piala Dunia 1938, stadion ini menggelar laga perempat final dan perebutan tempat ketiga. Enam dekade kemudian, Piala Dunia 1998 juga menggunakan stadion ini untuk lima laga fase grup dan satu babak 16 besar.
Tak hanya sepak bola, stadion ini juga menjadi venue resmi Piala Dunia Rugbi 2007. Empat pertandingan digelar di sini, termasuk dua laga Pool B dan dua laga Pool D yang mempertemukan tim-tim kuat seperti Fiji, Kanada, Jepang, dan Italia.
Sejak 2011, Stade Chaban-Delmas juga menjadi markas tim rugbi Top 14, Union Bordeaux Begles. Stadion ini rutin menggelar laga-laga semi final Top 14 dan beberapa final hingga era 1970-an. Bahkan pada 2013, stadion ini menjadi tuan rumah playoff final promosi Rugby Pro D2.
Namun, era kejayaan Stade Chaban-Delmas sebagai kandang FC Girondins de Bordeaux berakhir pada 2015. Klub sepak bola kebanggaan kota itu pindah ke Nouveau Stade de Bordeaux yang lebih modern di kawasan Bordeaux-Lac berkapasitas 42.115 kursi. Meski ditinggal, stadion lawas ini tetap menjadi ikon arsitektur dan sejarah yang tak terlupakan bagi warga Bordeaux.