Victoria Park, sebuah kawasan suburban di selatan Manchester, Inggris, menyimpan sejarah panjang sebagai kawasan pemukiman elit sejak awal abad ke-19. Terletak sekitar 3,2 kilometer dari pusat kota Manchester, area ini berada di antara Rusholme dan Longsight serta masih mempertahankan elemen tata kota aslinya dengan sejumlah bangunan terdaftar sebagai cagar budaya.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Sejarah Victoria Park bermula pada 1836 ketika firma arsitektur Richard Lane and Partners memprakarsai pembangunan kawasan pemukiman di sebelah timur Wilmslow Road. Lane yang dikenal dengan karya-karya bergaya Neoklasiknya merancang kawasan ini sebagai area perumahan mewah dengan lahan luas yang diperuntukkan bagi keluarga-keluarga kaya pada zamannya.
Namun, pengembangan awal Victoria Park tidak berjalan mulus. Meskipun Victoria Park Company telah menyusun rencana ambisius pada akhir 1830-an, kemajuan terhambat oleh berbagai masalah internal, termasuk kasus penipuan yang kemudian memicu perkara hukum penting Foss v Harbottle. Sejumlah vila di tepi utara kawasan sempat dibangun namun kemudian dihancurkan saat perluasan Royal Infirmary.
Keterbatasan teknik drainase pada masa itu juga menjadi kendala. Sebagian besar lahan baru dapat dikembangkan pada akhir abad ke-19. Beberapa vila tertua masih bertahan, terutama di sisi selatan Moss Lane East antara Wilmslow Road dan Monton Street, yang kini masuk dalam daftar bangunan cagar budaya.
Tahap kedua pembangunan berfokus pada lahan yang lebih subur yang menjadi inti Victoria Park. Vila-vila besar dibangun untuk para profesional dan para saudagar kaya, termasuk komunitas pedagang Prusia dan Tiongkok yang cukup beragam. Kawasan ini beroperasi sebagai kawasan pribadi dengan gerbang tertutup, pintu tol, tembok pembatas, dan bahkan memiliki kepolisian sendiri.
Pada 1850, sekitar 50 vila hasil rancangan berbagai arsitek telah berdiri. Memasuki awal abad ke-20, karakter kawasan mulai berubah. Periode penurunan sosial yang berkepanjangan dimulai pada 1920-an, namun kemudian Victoria Park kembali stabil dan saat ini menjadi campuran antara asrama universitas, hunian sewa, dan properti pribadi.
Pada Maret 1972, Manchester City Council menetapkan Victoria Park sebagai kawasan konservasi, mengakui nilai sejarah dan arsitekturnya. Kawasan ini kini memiliki sejumlah bangunan terdaftar Grade II, termasuk bekas vila bergaya Victoria dan bangunan kampus yang terintegrasi dengan University of Manchester.
Kampus Victoria Park dari University of Manchester mencakup beberapa asrama mahasiswa ternama, seperti Hulme Hall yang dibuka pada 1887 dan dipindahkan ke Victoria Park pada 1907. Hulme Hall yang dirancang oleh Percy Worthington dengan gaya arts and crafts ini merupakan asrama tertua universitas dan kini menjadi bangunan terdaftar Grade II.
Selain Hulme Hall, terdapat St Anselm Hall, Canterbury Court, Dalton-Ellis Hall, bekas St Gabriel's Hall, dan Opal Gardens Hall. Kehadiran institusi pendidikan ini membuat Victoria Park tetap hidup sebagai pusat aktivitas akademik di selatan Manchester.
Tak hanya universitas, kawasan ini juga menjadi lokasi Konsulat Pakistan, menambah nuansa internasional pada area yang dulunya merupakan eksklusif bagi elite setempat. Sebuah gereja yang semula direncanakan dalam gambar awal Lane pada 1836 sempat dibangun pada 1840-an namun terbengkalai akibat kebangkrutan Victoria Park Company.
Secara administratif, Victoria Park masuk dalam paroki St James, Birch hingga 1878, sebelum kemudian menjadi bagian dari paroki baru St John Chrysostom. Kawasan ini kini menjadi contoh sukses pelestarian kawasan bersejarah di tengah dinamika perkotaan modern Manchester.