Seorang biker asal Roma, Daniele Longo, bersama anjing kesayangannya Haku memulai petualangan epik mengendarai motor dari Inggris menuju Nepal. Pemandangan mereka yang mengenakan kacamata pelindung di dalam sidecar mengingatkan banyak orang pada film animasi legendaris Wallace and Gromit dalam A Close Shave.
Related Stories
Suka dengan Artikel Ini?
Dapatkan lebih banyak cerita menarik dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe →Longo, yang berusia 45 tahun dan berprofesi sebagai fotografer seni rupa, memulai perjalanan dari Kent pekan ini. Rencana ini awalnya tertunda 13 tahun lalu saat impiannya berlayar mengelilingi dunia gagal terwujud.
Film stop-motion Aardman Animations tahun 1995 yang sangat digemari itu menceritakan petualangan Wallace dan Gromit yang menjalankan bisnis cuci jendela dan terlibat dalam berbagai kekacauan, termasuk romansa dan pencurian domba. Namun Longo menegaskan petualangannya dengan sahabat berbulunya akan lebih seru lagi. "Ini Daniele dan Haku!" ujarnya penuh semangat.
Rencananya, mereka akan menempuh jarak sekitar 10.000 mil dengan motor SWM Urban 525. Seluruh perjalanan akan difilmkan dan didokumentasikan secara online.
Tahap pertama, mereka akan menuju Roma melalui Folkestone atau Dover. Longo memperkirakan perjalanan ini memakan waktu sekitar 30 hari. Setibanya di Roma, ia akan menggalang dana tambahan untuk melanjutkan perjalanan ke Asia sebelum akhir tahun.
Setelah meninggalkan kota abadi itu, mereka akan menyusuri Slovenia, melintasi Kroasia, lalu menuju selatan ke Yunani. Karena konflik di Iran, mereka memilih jalur alternatif melalui Azerbaijan, menyebrangi Laut Kaspia, melewati Kazakhstan dan Kirgistan, sebelum akhirnya masuk ke China dan berakhir di Nepal.
Longo mengungkapkan bahwa Haku yang merupakan persilangan border collie dan Alsation dulunya sangat aktif menyukai selancar dan jalan-jalan panjang. Namun usianya yang mulai senja membuat mobilitasnya menurun, sehingga ide sidecar pun muncul. "Haku selalu menjadi batu sandungan di sisi saya selama masa-masa tersulit dalam hidup saya, dan itulah sebabnya saya ingin menggendongnya sekarang," tutur Longo. "Dia adalah teman terbaik yang pernah saya miliki."
Longo sebelumnya pernah menghabiskan tiga tahun merestorasi perahu untuk berlayar ke Selandia Baru, namun tak pernah berhasil karena masalah keluarga. Upaya kedua dengan RV pun gagal akibat pandemi Covid. Ia akhirnya tetap ke Selandia Baru, di sanalah ia bertemu dan mengadopsi Haku.
Selama beberapa bulan terakhir, Longo sibuk memodifikasi sidecar motor agar nyaman bagi Haku. "Beberapa hari pertama memang butuh penyesuaian, tapi sekarang dia sangat menyukai kacamata pelindungnya. Atau, seperti yang kami sebut, doggles," kata Longo sambil tertawa.