Kabayan News Kabayan News
/home / berita / Nirmal Purja Tewas Terkena Longsor...
BERITA

Nirmal Purja Tewas Terkena Longsor di Broad Peak, 11 Pendaki Lain Tewas

By Redaksi Kabayan News • 2 min read • 1 Agustus 2026
Potret Nirmal Purja pendaki Nepal yang tewas dalam longsoran di Broad Peak Pakistan

Potret Nirmal Purja pendaki Nepal yang tewas dalam longsoran di Broad Peak Pakistan

Kabar duka datang dari dunia pendakian internasional. Pendaki kenamaan asal Nepal, Nirmal "Nimsdai" Purja, dikonfirmasi tewas setelah menjadi korban longsoran salju yang menerjang 11 pendaki di Broad Peak, Pakistan, Kamis (30/7) siang waktu setempat.

Peristiwa tragis itu terjadi di ketinggian sekitar 6.579 meter, tepatnya di jalur pendakian sisi barat antara kamp 2 dan 3. Broad Peak merupakan gunung tertinggi ke-12 di dunia dengan puncak setinggi 8.047 meter.

Elite Exped, perusahaan pendakian yang didirikan Purja, mengeluarkan pernyataan resmi yang mengonfirmasi kepergian pria 41 tahun tersebut. "Dengan kesedihan dan patah hati yang mendalam, kami mengonfirmasi bahwa Nirmal "Nimsdai" Purja meninggal dunia setelah longsoran di Broad Peak," demikian bunyi pernyataan perusahaan.

Tidak hanya Purja, seluruh 10 anggota ekspedisi lainnya juga dipastikan tewas. "Kami juga menerima konfirmasi bahwa anggota ekspedisi lain juga tidak selamat," tambah pernyataan itu tanpa merinci lebih lanjut.

Tim penyelamat berhasil menemukan empat jenazah pada Jumat (31/7) dan masih berupaya melakukan evakuasi di tengah cuaca buruk. Di antara korban adalah Nadhira Alharthy, pendaki pertama asal Oman yang menaklukkan Everest, serta pendaki Amerika Serikat, Mallory Geis.

Data pelacak yang dibawa para pendaki menunjukkan penurunan ketinggian yang drastis, mengindikasikan mereka tersapu longsoran. Menariknya, lokasi pelacak Purja berpindah setelah penurunan awal, menunjukkan kemungkinan pergeseran akibat longsoran.

Purja dikenal sebagai mantan anggota Pasukan Khusus Inggris dan mantan tentara Gurkha. Namanya melambung setelah memecahkan rekor mendaki 14 gunung tertinggi dunia di atas 8.000 meter hanya dalam waktu enam bulan pada 2019. Ia juga memimpin tim pertama yang berhasil mencapai puncak K2 di musim dingin.

Dalam wawancara dengan The Guardian pada 2019, Purja pernah berkata, "Rekor dibuat untuk dipecahkan. Seseorang suatu hari nanti akan datang dan lebih kuat. Manusia hanya dibatasi oleh imajinasi mereka. Jika kamu tidak bermimpi, maka kamu tidak akan melakukannya. Manusia mampu melakukan hal-hal luar biasa."

Pria yang dianugerahi gelar MBE oleh Ratu Elizabeth pada 2018 itu juga dikenal karena aksi heroiknya menyelamatkan pendaki lain. Ia dua kali mempertaruhkan nyawa untuk menolong sesama pendaki, termasuk saat mengevakuasi Chin Wui Kin dari Annapurna dan menyelamatkan dua pendaki di ketinggian 8.400 meter dengan mengorbankan oksigen mereka sendiri.

Ucapan duka mengalir dari berbagai kalangan, termasuk petualang asal Inggris Bear Grylls. Grylls menyebut berita ini "memilukan bagi banyak pendaki di dunia yang memiliki hubungan dengan pria luar biasa dan unik ini". Purja dan Grylls pernah terlibat dalam dokumenter Finding Michael (2023) untuk menemukan jenazah pendaki termuda Inggris, Michael Matthews, yang hilang di Everest pada 1999.

Topics
nirmal purja broad peak longsoran salju pendakian gunung pakistan kecelakaan pendakian elite exped nepal pendaki dunia berita duka
Tim Jurnalis & Analis Berita

Redaksi Kabayan News adalah tim jurnalis profesional, analis, dan kreator konten yang berdedikasi menyajikan berita nasional dan internasional terlengkap. Dari berita politik breaking news hingga analisis ekonomi mendalam, kami hadir untuk masyarakat Indonesia yang cerdas dan haus akan informasi berkualitas.